Macam-macam Puasa Sunnah dan Waktu Melaksanakannya
“Dari Jubair bin Nufair bahwa Aisyah ra. berkata, bahwa Nabi SAW memilih berpuasa hari Senin dan Kamis". (HR. An-Nasa'i)
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Puasa sunnah adalah puasa yang apabila dilaksanakan mendapat pahala, dan apabila ditinggalkan tidak mendapat dosa.
Adapun macam-macam puasa sunnah adalah sebagai berikut:
1. Puasa 6 hari pada bulan Syawal
Puasa Syawal adalah puasa yang dilaksanakan enam hari di bulan Syawal.
Waktu melaksanakannya sejak 2 Syawal hingga akhir bulan.
Dalil puasa Syawal sebagaimana hadits Nabi :
• Jadwal Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Oktober 2021, Apa Saja Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh?
“Dari Abu Ayyub al-Anshariy, bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda, "Barangsiapa puasa Ramadlan lalu ia iringi dengan puasa enam hari dari Syawwal, adalah (pahalanya) itu seperti puasa setahun". (HR. Muslim)
2. Puasa Senin dan Kamis
Sesuai namanya, waktu melaksanakan puasa sunnah ini adalah di hari Senin dan Kamis.
Dalil puasa Senin Kamis diriwayatkan Aisyah ra:
“Dari Jubair bin Nufair bahwa Aisyah ra. berkata, bahwa Nabi SAW memilih berpuasa hari Senin dan Kamis". (HR. An-Nasa'i)
• Bacaan Niat Puasa Senin Kamis dan Doa Buka Puasa di Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW
3. Puasa Dawud
Puasa Dawud adalah puasa yang dilaksanakan oleh Nabi Dawud As.
Waktu melaksanakannya adalah dengan cara berselang.
Contohnya hari ini puasa, besok tidak.
Puasa ini merupakan puasa sunnah yang paling utama.
Rasulullah SAW bersabda:
"Dari Abdullah bin Amr, Nabi bersabda: Berpuasalah sehari dan berbukalah sehari. Itulah puasa Dawud, dan itulah puasa yang paling utama".
Abdullah berkata: saya sanggup lebih dari itu" Nabi bersabda: "Tidak ada yang lebih utama dari itu". (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
4. Puasa Arafah
Puasa arafah adalah puasa yang dilaksanaka pada tanggal 9 Dzulhijjah.
Puasa ini dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, yaitu satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang.
Hadis Nabi terkait puasa Arafah terdapat dalam riwayat Imam Muslim:
“Dari Abi Qatadah, ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda:”Puasa hari `Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”
Puasa arafah tidak disunnahkan bagi mereka yang sedang wukuf di Arafah dalam rangka menunaikan ibadah haji.
5. Puasa Asyura
Puasa Asyura adalah puasa sunnah yang dilaksanakan setiap 10 Muharram.
Nabi SAW bersabda : ”Puasa 'Asyura itu menutup dosa tahun yang telah lalu”(HR. Muslim)
6. Puasa Muharram
Bulan muharram adalah bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak berpuasa.
Waktu melaksanakan puasa Muharram dimulai sejak tanggal 1 hingga tanggal 10.
Rasul SAW bersabda: "Dari Abi Hurairah ra., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda,”Seutamautama puasa sesudah Ramadhan ialah puasa pada bulan Allah, Muharram". (HR. Muslim)
7. Puasa Ayyamul Bidh
Puasa Ayyamul Bidh adalah puasa pada tengah bulan.
Waktu melaksanakannya adalah setiap tanggal 13, 14 dan 15 bulan Qamariah.
Puasa ini biasa disebut juga puasa putih karena pada tanggal-tanggal tersebut bulan bersinar penuh, atau hampir penuh, tidak terhalangi oleh bayangan bumi, sehingga bumi menjadi terang.
Dari Abu Zar ra., Rasulullah Saw. bersabda kepadanya:
”Hai Abu Dzar, jika engkau hendak puasa tiga hari dalam satu bulan, hendaklah engkau puasa tanggal 13, 14, dan 15. " (HR. Ahmad dan An-Nasa‟i).
Dari Ibnu Milhan al-Qaisiy, dari ayahnya, ia berkata:
Rasulullah menyuruh kami berpuasa pada malam-malam putih, yaitu tanggal 13, 14, dan 15, dan beliau bersabda: Itulah puasa (yang sama dengan puasa) sepanjang tahun”. (HR. Abu Dawud)
Dalam hadis lain, dari Abu Hurairah: Artinya: “Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu „alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati yaitu: berpuasa tiga hari setiap bulannya, mengerjakan shalat Dhuha, dan mengerjakan
shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari)
Sumber: Buku Fiqh Kelas VIII
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/macam-macam-puasa-sunnah-dan-waktu-melaksanakannya.jpg)