Breaking News:

Target Pendapatan dan Belanja Kabupaten Sambas di APBD P 2021 Turun

Ramzi menjelaskan dalam Rancangan Perubahan APBD tahun ini, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp 1,73 triliun, atau turun sebesar 0,03 persen dari

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Anggota Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sambas, Drs H Ramzi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Anggota Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sambas, Drs H Ramzi mengatakan anggaran pendapatan dan belanja daerah baik sektor pendapatan daerah maupun belanja daerah di APBD Perubahan tahun anggaran 2021 mengalami penurunan.

Hal itu juga sudah disampaikan oleh Banggar saat menyampaikan laporan dihadapan unsur pimpinan DPRD, Bupati dan Wabup serta pejabat di lingkungan Pemda Kabupaten Sambas, beberapa waktu lalu.

"Berbagai argumentasi yang muncul dan berkembang dalam pembahasan internal fraksi dan komisi maupun saat rapat gabungan bersama Tim Anggaran Pemda, akhirnya dapat kita sepakati sesuai yang terangkum dalam laporan badan anggaran yang sudah kami sampaikan pada momen Paripurna beberapa waktu lalu," ujarnya, Selasa 12 Oktober 2021.

Ramzi menjelaskan dalam Rancangan Perubahan APBD tahun ini, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp 1,73 triliun, atau turun sebesar 0,03 persen dari target awal. Sedangkan belanja daerah, ungkap dia dalam perubahan hanya dianggarkan Rp 1,75 triliun atau turun 0,04 persen dari penganggaran awal.

Dewan Sambas Ingatkan Pemda Tentang Optimalisasi Pendapatan Daerah

Diungkapkan oleh politisi PAN Kabupaten Sambas itu, untuk penerimaan pembiayaan ditargetkan mengalami penurunan dari sebelumnya Rp 114,62 Miliar, menjadi 114,45 miliar, atau turun sebesar Rp 165,01 juta. Perhitungan itu berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran.

"Kami dari perwakilan rakyat daerah juga telah menyampaikan rekomendasi dan masukan dimana itu semua berdasarkan hasil rapat gabungan antara badan anggaran DPRD bersama TAPD terhadap rancangan ini," katanya.

Lebih lanjut Ramzi mengatakan pihak DPRD juga mengingatkan prinsip kehati-hatian dalam melaksanakan pekerjaan yang sudah dianggarkan. Dia juga mengajak agar Pemda bersama-sama berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Ini mengingat waktu yang relatif pendek, agar setelah perubahan APBD tahun anggaran 2021, terutama pekerjaan fisik yang melalui lelang agar segera diselesaikan," katanya.

"Kita juga mendapatkan informasi masih rendahnya serapan anggaran. Harapan kita semua, Bupati dan jajarannya dapat lebih memaksimalkan penyerapan anggaran disisa waktu yang ada," tutupnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sambas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved