Breaking News:

Mahasiswa Keluhkan Pungli Parkir di Perspustakaan Untan, Minta Pihak Kampus Bebaskan Biaya Parkir

Aldi selaku mahasiswa Untan meminta kepada pihak Kampus Untan untuk segera membebaskan biaya parkir di Perpustakaan Pusat untuk mahasiswa Untan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Area Gedung Perpustakaan Pusat Universitas Tanjungpura. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Isu Politik, HIMAPOL FISIP UNTAN Aldi Mayung Sera mengeluhkan pungutan liar parkir di Kawasan Gedung Perpustakaan Untan.

Mahasiswa Fisip Untan, Aldi mengungkapkan, pungutan liar yang lebih dikenal dengan istilah pungli merupakan pengenaan biaya yang tidak seharusnya dikenakan.

“Pungli termasuk tindakan ilegal dan tergolong dalam Korupi, Kolusi, Nepotisme, tetapi kenyataannya pungli masih banyak terjadi di Indonesia,” ujar Aldi dalam rilis yang diterima Tribun Pontianak, Selasa 12 Oktober 2021.

Menurut Aldi pungutan liar tidak hanya dilakukan oleh pejabat atau di Kementerian tertentu tetapi dari tukang parkir pun banyak yang melakukan pungutan liar.

Dosen Pendidikan Sosiologi Untan Berbagi Kiat Menulis Hasil PTK pada Guru di SMA Mujahidin Pontianak

Aldi dalam rilis melaporkan praktek pungli di Kampus Untan. Tepatnya di parkiran Perpustakaan Pusat Untan, muncul 2 orang yang tiba tiba mengklaim dirinya sebagai tukang parkir.

Padahal, menurut Aldi dari awalnya di kawasan tersebut harusnya tak ada biaya parkir. “Dua orang yang mengaku sebagai tukang parkir tersebut meminta biaya parkir Rp.2000 per motor,” kata Aldi.

Demikian, ujar Aldi, secara nilai memang tidak seberapa, namun jika praktek tersebut dibiarkan maka Ia akan kehabisan uang saku hanya untuk membayar parkir.

“Misalkan apabila saya bolak-balik ke perpustakaan dalam sehari bisa lima kali karena mengerjakan tugas kuliah ataupun skripsi berarti lima kali parkir, Rp.10.000 sudah habis uang saku saya hanya untuk bayar parkir yang tidak jelas itu,” ujarnya.

Aldi pun berpendapat jika dikenakan parkir bagaimana dengan uang kuliah yang tiap semester dibayarkan.

“Kami mahasiswa Universitas Tanjungpura setiap semesternya membayar uang kuliah sampai jutaan rupiah, tapi mengapa harus bayar parkir lagi di halaman rumah sendiri, dihalaman kampus sendiri lagi,” tuturnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved