Breaking News:

KRISIS Listrik di China Berlanjut, Tiongkok Terapkan Kebijakan Harga Pasar | Tarif Bisa Melesat 70%?

Pengguna industri dan komersial "sesegera mungkin" harus membeli langsung dari pasar atau melalui agen jaringan listrik.

Editor: Ishak
NOEL CELIS/AFP
Pedagang kaki lima tampak menggelar dagangannya di depan kasawan industri Houjie, Dongguan dengan latar gedung-gedung yang tampak gelap gulita akibat krisis listrik di China akhir-akhir ini 

Mengutip Kontan.co.id yang merangkum laman Reuters, NDRC menyatakan, tanpa memberikan kerangka waktu tertentu, 100% tarif listrik dari pembangkit tenaga batubara akan melalui perdagangan pasar.

Artinya, mekanisme penetapan tarif baru ini bisa saja membuat harga listrik naik dari 70% yang berlaku di China saat ini.

Pengguna industri dan komersial "sesegera mungkin" harus membeli langsung dari pasar atau melalui agen jaringan listrik.

PRESIDEN Taiwan Tsai Ing-wen Tegas! Tak Akan Tunduk Pada Ancaman China | Taipei Vs Tiongkok Update

Naik dari 44% pengguna yang saat ini membeli langsung dari pasar.

Sejumlah pembeli di kategori lainnya membayar harga tetap.

Reformasi tarif adalah upaya terbaru Beijing untuk menangani krisis energi yang mencengkeram ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Di mana krisis ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir tahun.

Analis dan trader memperkirakan penurunan 12% dalam konsumsi listrik industri pada kuartal keempat tahun ini karena pasokan batubara diperkirakan akan berkurang musim dingin saat ini.

XI Jinping Pastikan China Bakal Rebut Taiwan, Tiongkok Pilih ‘Jalan Damai’ ke Taipei ?

"(Reformasi tarif) dirancang untuk mencerminkan permintaan dan konsumsi listrik, dan sampai batas tertentu untuk meringankan kesulitan operasi perusahaan listrik dan mendorong pembangkit untuk meningkatkan pasokan listrik," kata Peng Shaozong, pejabat NDRC, seperti dilansir dari Kontan yang merangkum laman Reuters. 

Dewan Negara China pada Jumat 8 Oktober 2021 pekan lalu mengatakan, akan memungkinkan harga listrik tenaga batubara berfluktuasi hingga 20% dari tingkat dasar, peningkatan pada batas sebelumnya, untuk mencegah konsumsi energi yang tinggi.

Peng Shaozong menegaskan, reformasi harga listrik China tidak akan berdampak pada indeks harga konsumen (CPI) dan hanya berefek terbatas terhadap indikator ekonomi lainnya. (*)

Materi di artikel ini juga telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Atasi krisis listrik, China liberalisasi tarif setrum dari pembangkit batubara

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved