Breaking News:

Keluarga Besar Dokter Rubini Usulkan Dokter Rubini Jadi Pahlawan Nasional

Peristiwa Mandor sendiri terjadi pada tahun 1943 hingga 1944 ketika penjajahan Jepang di Indonesia menjadi satu peristiwa paling kelam di negeri ini.

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo yang merupakan istri dari cucu dr. Rubini yakni Rubianto Wiyogo saat melakukan ziarah ke Makam Juang Mandor, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat bersama putranya Adito Wirbianto 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Keluarga besar dari dr. Rubini berharap dr. Rubini yang merupakan satu diantara korban kekejaman Penjajah Jepang pada peristiwa Mandor tahun 1993 hingga 1944 dapat dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

Usulan ini disampaikan langsung oleh Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo istri dari Giwo Rubianto yang merupakan cucu dari dr. Rubini.

dr. Rubini Natawisastra yang saat itu menjabat sebagai Kepala Kesehatan di Pontianak bersama istrinya Amalia menjadi satu diantara puluhan ribu orang yang tercatat menjadi korban peristiwa Mandor.

Peristiwa Mandor sendiri terjadi pada tahun 1943 hingga 1944 ketika penjajahan Jepang di Indonesia menjadi satu peristiwa paling kelam di negeri ini.

Lebih dari 21.000 (dua puluh satu ribu) warga Kalimantan Barat yang terdiri dari berbagai kalangan menjadi korban kekejaman tentara kekaisaran Jepang.

Profil Shesar Hiren Rhustavito ! Siapa Shesar Vito ? Jadi Pahlawan Indonesia di Thomas Cup 2020

Akibat kekejaman itu, Kalimantan Barat harus kehilangan satu generasi terdidik.

Atas jasanya dan untuk mengenang jasa dari dr. Rubini, nama dr. Rubini saat ini sudah diabadikan menjadi nama rumah sakit daerah Kabupaten Mempawah dan Jalan di Kabupaten Mempawah, selain itu nama dokter Rubini pun dijadikan salah satu nama jalan di kota kelahirannya yakni di Bandung.

Pada tanggal 9 Oktober 2021 Giwo Rubianto Wiyogo bersama putranya Adito Wirbianto melakukan ziarah ke Makam Juang Mandor, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

"Kami atas nama keluarga mengharapkan dan mengusulkan kepada pemerintah daerah khususnya Provinsi Kalbar untuk mengusulkan eyang dr. Rubini sebagai pahlawan nasional,"tutur Ketua Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo yang merupakan istri dari cucu dr. Rubini yakni Rubianto Wiyogo setelah melakukan ziarah ke Makam Juang Mandor, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat bersama putranya Adito Wirbianto, Selasa 12 Oktober 2021.

Giwo Rubianto menuturkan dr. Rubini memanglah bukan putra asli Kalbar, namun dr. Rubini sangat setia dan mengabdikan dirinya untuk masyarakat Kalimantan Barat sebagai dokter di Pontianak hingga akhirnya saat pendudukan Jepang, ia bersama sang istri dijemput paksa dan tidak pernah kembali dan meninggalkan anak - anaknya yang masih kecil.

''Untuk itu kami dari pihak keluarga mengusulkan kepada pemerintah daerah khususnya Provinsi Kalbar untuk dapat mengusulkan kepada kementrian Sosial, dan kami pun dari pihak keluarga meminta kepada tokoh - tokoh masyarakat disini untuk melaksanakan FGD, kajian - kajian, dan analisa, untuk usulan eyang dr. Rubini menjadi pahlawan nasional,''ujarnya.

Dalam persiapannya, pihak keluarga pun sudah menyiapkan berbagai dokumen yang dibutuhkan untuk pengusulan tersebut.

Pada kesempatan ini, iapun berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap situs Makam Juang Mandor yang memilki luas lebih dari 23 hektar di Kabupaten Landak tersebut. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved