Breaking News:

Imbau Anggota CU Tenang, Yohanes Rumpak: CU Lembaga Paling Efektif Untuk Pemberdayaan Masyarakat

Tiga CU terbesar memiliki aset Rp 7,7 Triliun itu sebuah aset yang kecil sekali.

Penulis: Ferryanto | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ FERRYANTO
Yohanes Rumpak saat memberikan pendapat dalam pertemuan yang dilaksanakan oleh Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat bersama sejumlah tokoh masyarakat, cendekiawan, serta organisasi masyarakat dan kepemudaan yang ada di Kalimantan Barat, senin 11 Oktober 2021 di rumah Betang Pontianak yang berada di jalan Letjen Sutoyo Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK- Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat mengimbau masyarakat Kalbar khususnya anggota CU untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi menyikapi isu yang beredar terkait CU saat ini.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Adat Dayak Kalimantan Barat Jakius Sinyor  setelah Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat, cendekiawan, serta organisasi masyarakat dan kepemudaan yang ada di Kalimantan Barat, senin 11 oktober 2021 di rumah Betang Pontianak yang berada di jalan Letjen Sutoyo Pontianak.

Yohanes Rumpak yang merupakan Praktisi dari Credit Union di Kalbar menyampaikan CU adalah lembaga pemberdayaan paling efektif bagi rakyat jelata, masyarakat yang dipinggirkan, tersingkir, miskin dan tak berdaya. CU adalah milik orang banyak.

Tiga CU terbesar se-Indonesia (Lantang Tipo (CULT), Pancur Kasih (CUPK) dan Keling Kumang (CUKK) yang ada di Kalimantan Barat saat ini sudah memiliki  576.742 orang, selain itu masih ada lebih 28 CU lainnya di Kalbar yang memiliki anggota lebih dari 400 ribu dan asset lebih dari Rp 4 triliun terus eksis.

Polda Kalbar Bantah Isu Kriminalisasi Terhadap CU, Donny: Justru Berikan Rasa Aman Kepada Masyarakat

Oleh karena itu harus ada perlakukan khusus terhadap CU di Kalbar karena berupakan aset negara yang sangat berpengaruh terhadap perekonomian Kalbar dan Indonesia.

Dikatakannya, CU di Kalbar adalah nyata kumpulan orang, bukan kumpulan modal. Tiga CU terbesar memiliki aset Rp 7,7 Triliun itu sebuah aset yang kecil sekali.

"Aset yang dimiliki oleh 576.742 anggota. Rata-rata anggota masing-masing hanya memiliki Rp 8,9 juta untuk CUKK dan Rp 15 Juta untuk CULT dan CUPK. Di Bandingkan dengan usia masing-masing CU yang sudah diatas 25 tahun, jelas kemampuan anggota menabung masih rendah.Kemampuan menabung anggota CUKK hanya Rp 26.626 perbulan. CUPK hanya Rp 37.600 dan CULT hanya Rp 38.700. Ini semua perjuangan CU dan anggota masing-masing tanpa dampingan, bimbingan dan perlindungan memadai dari pemerintah,''paparnya.

"Saya pernah studi banding ke Thailand tahun 2016. Petani sawit  di dampingi oleh dinas koperasi. Setiap dua minggu sekali dinas koperasi datang ke petani untuk membimbing bagaimana menjadi petani yang benar dan bagaimana mengelola uang. Pemerintah mendirikan satu pabrik CPO untuk petani sawitnya, sehingga seluruh rantai pasok milik petani dan keuntungan PKS milik petani. Ini contoh nyata pemerintah melakukan pemberdayaan kepada petani,''ujarnnya.

CU adalah salah satu lembaga pemberdayaan yang secara nyata menerapkan asas perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.

Tujuan Kemerdekaan Republik Indonesia jelas melindungi segenap bangsa Indonesia, untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved