Breaking News:

Gubernur Sutarmidji Beberkan Pembelian Ambulan Toyota HiAce Tak Ada Masalah: Siapa Bilang Itu Salah?

“Siapa bilang itu salah, salahnya dimana boleh tunjukan kepada saya. Kalau memang salah saya yang tanggung jawab, karena saya yang perintahkan Kepala

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Gubernur Sutarmidji usai menghadiri acara di Aula Kampus IAIN Pontianak, Selasa 12 Oktober 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat beberapa waktu lalu telah menyerahkan hibah berupa mobil ambulan sebanyak 12 unit yang diserahkan kepada kabupaten kota di Kalbar.

Saat ini diduga mobil ambulan yang dihibahkan tersebut bermasalah, dan ada temuan bahwa ambulan tersebut tidak memenuhi standar spesifikasi.

Selain itu pembelian ambulan tersebut juga tidak melalui tender, melainkan penunjukan langsung (PL). Dimana untuk pembelian ambulan tersebut telah menunjuk dua Perusahaan yakni PT Ambulance Pintar Indonesia dan CV Cahaya Karunia Mandiri.

Terhadap dugaan tersebut saat ini Kejaksaan Tinggi Kalbar tengah melakukan penyelidikan dan melakukan pemeriksaan terhadap berbagai pihak terkait.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sutarmidji menegaskan dalam pembelian ambulan yang tidak melalui tender melainkan dilakukan penunjukan langsung adalah atas perintahkan yang menggunakan dari dana recofusing untuk penanganan covid-19. Dimana melihat kondisi darurat maka boleh menggunakan PL.

“Siapa bilang itu salah, salahnya dimana boleh tunjukan kepada saya. Kalau memang salah saya yang tanggung jawab, karena saya yang perintahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk melakukan Penunjukan langsung. Jangan salahkan Kepala Dinasnya tekait PL. Karena ini dana dari recofusing covid-19 boleh menggunakan PL,” tegasnya.

Ia menegaskan bertanggung jawab atas penunjukan langsung dalam pembelian ambulan infeksius tersebut.

“Harisson ( Kadiskes Provinsi ) awalnya tak mau dan dia mau pakai tender. Saya bilang tidak bisa dan meminta untuk melakukan konsultasi dengan auditor internal dan mereka mengatakan boleh. Jadi saya perintahkan untuk pembelian langsung,” tegasnya.

Kalbar Peringkat 2 Indeks KIP se-Indonesia, Sutarmidji Sebut Transparansi Pemerintah Sangat Penting

Gubernur Sutarmidji mengatakan keputusan yang telah diambil terkait PL tersebut sudah bertanya dahulu dengan pihak audit internal yang mengatakan bahwa boleh dilakukan.

“Apapun itu tanggung jawab saya sebagai Gubernur yang penting saya tidak terima duit apapun. Tidak ada mark up lainnya,”tegasnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved