Breaking News:

Belum Nikmati Fasilitas Negara, Desa Tapang Perodah Sekadau Hulu Harap DPRD Wujudkan Aspirasi Rakyat

Cantong mengatakan sejak Kabupaten Sekadau melakukan pemekaran dari Wilayah Kabupaten Sanggau. Desa Tapang Perodah belum pernah mendapatkan fasilitas

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pelaksanaan Musrenbang Desa tahun anggaran 2022 di Desa Tapang Perodah, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Kalbar, Selasa 12 Oktober 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Belum pernah nikmati fasilitas negara, Kepala Desa Tapang Perodah, Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau, Kalbar, Cantong harap DPRD dapat jadi perpanjangan tangan masyarakat desa.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Musyawarah Rencana pembangunan desa (musrembang) tahun anggaran 2022, yang turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Paulus Subarno,
Selasa 12 Oktober 2021.

Cantong mengatakan sejak Kabupaten Sekadau melakukan pemekaran dari Wilayah Kabupaten Sanggau. Desa Tapang Perodah belum pernah mendapatkan fasilitas yang layak dari negara, seperti akses transportasi, akses internet bahkan penerangan listrik.

" Selama ini kami belum menikmati fasilitas negara, seperti jalan, PLN dan lain sebagainya. Jalan kayu lapis itu belum punya status sampai hari ini, itulah yang kami diperjuangkan bersama-bersama," ujar Cantong.

Berstatus sebagai desa berkembang, Cantong menuturkan khusus penerangan listrik saja baru mulai dilakukan pemasangan tiang listrik di sepanjang desa pada tahun 2021. Hal itupun merupakan buat dari kerjasama seluruh pihak di desa tersebut.

Paulus Misi Sebut Pembangunan Sekretariat Kwarcab Pramuka Sekadau Sudah 65 Persen

Sementara itu, di sisi pertanian dengan bantuan pihak perusahaan yang berada di wilayah desa tersebut, dikatakannya cukup membuahkan hasil. Meskipun baru dalam tahap awal tetapi potensi pertanian di wilayah tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat dan perusahaan.

Pihaknya pun berencana kedepan akan mencoba menanam bibit kopi dengan memanfaatkan pinggiran sungai Kerabat yang mengalir melintasi desa tersebut.

"Bagaimana pun kami juga menjadikan desa lain sebagai patokan keberhasilan dalam meningkatkan kemajuan desa. Saya berharap kepada DPR untuk memperhatikan jalan dan jembatan, karena selama ini keluhan kita disitu, mengingat tidak adanya alternatif jalan lain," ungkap Cantong.

Menanggapi aspirasi tersebut, anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Paulus Subarno mengatakan dalam membangun suatu daerah tentunya berhubungan dengan anggaran yang dimiliki setiap daerah.

"Dalam Musrenbang ini seharusnya kita mengetahui jumlah anggaran yang dimiliki dan kita harus menentukan prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan," ujarnya.

Paulus Subarno memaparkan dalam pembangunan terdapat lima sumber anggaran yang dapat digunakan, diantaranya Dana Desa, Dana APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN dan dari pihak ketiga atau perusahan di daerah masing-masing.

"Contoh Bundes bisa membuat ram berkerjasama dengan perusahan untuk membeli buah masyarakat biar itu menjadi sumber pendapatan. CSR minimal 2 persen dari penghasilan perusahaan. Silakan bermusyawarah dengan baik, jangan saling ngotot, biar menghasilkan gagasan-gagasan yang dapat membangun desa," jelasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Sekadau)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved