Breaking News:

Tiga Individu Orangutan Lulus Rehabilitasi di Sekolah Hutan Jejora 

Ketua YPOS, Hasudungan  Pakpahan menyatakan bahwa, ketiga Orangutan betina bernama Maya 7 tahun 10 bulan berasal dari Desa Betangai Kecamatan Nanga So

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Orangutan betina, yang telah lulus rehabilitasi di Sekolah Hutan Jejora yang dikelola oleh Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS), Senin 11 Oktober 2021. 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) menjadi tuan rumah bagi tiga individu Orangutan (Pongo pygmaeus pygmaeus) betina, yang telah lulus rehabilitasi di Sekolah Hutan Jejora yang dikelola oleh Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS).

Ketua YPOS, Hasudungan  Pakpahan menyatakan bahwa, ketiga Orangutan betina bernama Maya 7 tahun 10 bulan berasal dari Desa Betangai Kecamatan Nanga Sokan Kabupaten Melawi, Selly 8 tahun berasal dari Kecamatan Belimbing Selatan Kabupaten Melawi dan Nicky 10 tahun berasal dari Desa Pandan Sembuat Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau.

“Ketiganya di rescue oleh BKSDA Kalimantan Barat bersama YPOS. Dimana pelepasan Orangutan kali ini merupakan pelepasliaran tahap kedelapan dengan total 19 individu Orangutan telah kembali ke habitatnya," ujarnya kepada wartawan, Senin 11 Oktober 2021.

Serahterima Jabatan Camat Silat Hilir, Wakil Bupati Kapuas Hulu Sampaikan Sejumlah Pesan Penting

Dijelaskannya, Orangutan yang dilepasliarkan telah menjalani proses cukup panjang yang mencakup pelatihan kemampuan dasar seperti memanjat, memilih makanan, membuat sarang serta kemampuan individu untuk bertahan hidup di hutan.

"Setelah dilakukan pengecekan medis, ketiganya dinyatakan negatif dari penyakit, kemudian dalam pengamatan dan evaluasi ketiganya mampu beradaptasi dengan alam sehingga dapat di lepasliarkan," ungkapnya.

Kepala Bidang PTN Wilayah II Kedamin (Kapuas Hulu) Balai Besar TaNa Bentarum, Fery AM Liuw menyatakan kegiatan pelepasliaran ini merupakan kerjasama antar tiga pihak yaitu Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun Danau Sentarum, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat dan Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang. 

"Kegiatan pelepasliaran Orangutan dan keberadaannya di Sub DAS Mendalam ini tidak lepas dari peran serta masyarakat yang telah melindungi dan menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Betung Kerihun selama ini,” ungkapnya. (*)

Update Informasi Seputar Kabupaten Kapuas Hulu

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved