Breaking News:

Sekum PGRI Kalbar Katakan Antisipasi Sinyal di Daerah 3T, Disdik dan Kominfo Bisa Berkolaborasi

Dimana diketahui SMPN 07 Satap Menukung, berada di Laman Mumbung tersebut, desanya belum tersedia listrik PLN, kemudian tidak tersedia jaringan sinyal

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sekretaris Umum PGRI Kalbar, Suherdiyanto saat ditemui di Ruang Kerjanya, Rabu 18 Agustus 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sistem Ujian Nasional (UN) ditingkat satuan pendidikan kini telah resmi ditiadakan, dan diganti dengan pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) yang telah dilaksnakaan di Kalbar.

Sekretaris Umum PGRI Kalbar, Suherdiyanto mengatakan bahwa dalam Pelaksanaan AN yang sudah dilaksanakan beberapa waktu lalu di Kalbar, tentu ada hal yang bersifat prinsip dan mendasar.

Ia mencontohkan misalnya di Kabupaten Melawi Belasan siswa dan guru terpaksa mengikuti Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dari atas bukit.

Dimana diketahui SMPN 07 Satap Menukung, berada di Laman Mumbung tersebut, desanya belum tersedia listrik PLN, kemudian tidak tersedia jaringan sinyal internet,bahkan tower.

Sementara, ANBK diperlukan akses itu diupayakan dekat sekolah. Sehingga diputuskan pihak sekolah di atas bukit yang terjangkau jaringan internet.

“Jadi pada pelaksanaan ANBK disekolah tersebut agak terkendala. Ini terkait infrastruktur dan internet maupun sarana dan prasarana di sana,”ujarnya kepada Tribun Pontianak, Senin 11 Oktober 2021.

Menyikapi hal tersebut seperti yang sudah disampaikan oleh Suherdiyanto selakuk Sekum PGRI Provinsi Kalbar. Pihak PGRI sangat mendukung penun apa yang dilakukan Pemprov Kalbar melalui Disdik dalam pelaksanaan ANBK sebagai alternatif untuk peserta didik.

BPM Kunjungi IKIP PGRI Pontianak, Rustam Sebut IKIP PGRI Komitmen Ingin Majukan Pendidikan di Kalbar

Namun, Ia juga mengingatkan sebaiknya ketika ingin melakukan sesuatu harus dipersiapkan dengan baik.

Lanjutnya, kunci keberhasilan program bagaimana Pemerintah Pusat dan Daerah memastikan semua sarana dan prasarana ANBK itu bisa dilakukan dengan baik minimal memenuhi standar mininam.

“Selerti fasilitas internet dan laptop, serta kesiapan anggaran menjadi penentu dilakukannya ANBK,”ucapnya.

Ia mengatakan kendala dalam pelaksanaan ANBK di Kalbar menjadi refleksi bahwa daerah harus banyak melakukan perubahan dan penganggaran di bidang pendidikan harus berskala khusus agar internet dan lainnya memadai.

“Jadi memang ketika di daerah 3T yang aksesnya tebatas dari jalan dan internet, walaupun kadang desa punya jaringan internet desa, tapi apakah bisa menjamin tidak terkendalanya pelaksanaan ANBK,”ujarnya.

Maka perlu langkah untuk antisipasi dari Diskdik yang harus melakukan percobaan serta menggandeng Kominfo agar jaringan internet di desa atau sekolah tempat penyelenggara tidak terjadi trouble.

“Lalu harus ada back up jaringan intenet laon juga. tidak hanya menggunakan satu vendor saja, jadi harus ada vendor lain yang memang harus butuh kerja sama semua pihak. Kominfo harus ikut berkontribusi terutama di daerah 3T yang sering terkendala sinyal,”pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved