Breaking News:

Mujiono Sebut Kendala Pada Pelaksanaan Asesmen Nasional di Kalbar Akan Menjadi Bahan Evaluasi

Dimana salah satu yang menjadi perjuangan berat para guru dan siswa di SMPN 07 Satap Menukung, berada di Laman Mumbung tersebut, desanya belum tersedi

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
DOK.KEMENDIKBUD
Ilustrasi Asesmen Nasional. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Asesemen Nasional (AN) ditingkat satuan pendidikan ditingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kalbar saat ini tengah berlangsung, begitu juga sekolah yang sempat terkena bencana banjir juga akan mengikuti AN susulan.

Sedangkan untuk tingkat SMA/ SMK Se-Kalbar sudah selesai dilaksanakan. Lalu ditingkat Sekolah Dasar akan dilaksanakan pada November mendatang.

Ketua Asesmen Nasional (AN) Kalimantan Barat, Mujiono mengatalan bahwa untuk sementara ini memang tidak semua sekolah di Kalbar memenuhi syarat untuk pelaksananaan Asesmen Nasional.

Dimana salah satu yang menjadi perjuangan berat para guru dan siswa di SMPN 07 Satap Menukung, berada di Laman Mumbung tersebut, desanya belum tersedia listrik PLN, kemudian tidak tersedia jaringan sinyal internet,bahkan tower.

Sehingga harus mengikuti ANBK dari atas bukit untuk mencari sinyal internet.

“Tapi kami memberi apresisi terhadap skeolah yang punya itikad seperti itu. Tapi kita sebelumnya sudah menyarankan bagi sekolah yang terkendala sapras untuk mencari sekolah terdekat untuk menumpang,”ujarnya kepada Tribun Pontianak, Senin 11 Oktober 2021.

Kalbar Peringkat 2 Indeks KIP se-Indonesia, Sutarmidji Sebut Transparansi Pemerintah Sangat Penting

Ia mengharapkan sekolah yang belum lengkap sarana dan prasarana saat ini untuk dapat menumpang di sekolah yang sudah memiliki sarpras yabg lengkap seperti internet dan komputer.

“Kadang memang dibandingkan menumpang ke sekolah yang biayanya terhitung mahal, jadi mereka cari solusi untuk melaksanakan ANBK ke bukit,”ujarnya.

Namun dikatakannya hal tersebut tentu akan menjadi perhatikan dan bahan evaluasi kedepan. Sedangkan untuk sinyal internet, dikuinya masih m perlu waktu.

“Begitulah kondisi di Kalbar yang memang masih banyak daerah yang belum ada sinyal. Kedua kalau numpang dirasa tidak efektif karena jauh, sedangkan mereka ada laptop namun kondisi internet lemah. Jadi mereka melakukan upaya- upaya,”jelasnya

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved