Breaking News:

Scooterist Bogor Terkesan saat Mampir ke Markas FRKP West Borneo Vespa Lovers

Semangat persaudaraan para scooterist atau pengendara skuter memang patut diapresiasi. Baru-baru ini, 2 Scooterist asal Bogor berkunjung ke Pontianak

Penulis: Stefanus Akim | Editor: Stefanus Akim
IST
DUA Scooterist asal Bogor mampir ke Bengkel Tomo, Pasar Seruni, Jalan Panglima Aim, Pontianak Timur. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Semangat persaudaraan para scooterist atau pengendara skuter memang patut diapresiasi. Baru-baru ini, dua Scooterist asal Bogor saat berkunjung ke Pontianak menyempatkan diri menyambangi markas FRKP West Borneo Vespa Lovers.

Pada Rabu, 6 Oktober 2021 dua scooterist dari Bogor tersebut bahkan dijemput langsung oleh satu di antara Penasihat FRKP WB Vespa Lovers di Km 80 Warkop Kimleng atau yang lebih dikenal dengan Air Mancur, di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau.

Awalnya ada tiga scooterist, tetapi satu di antara nya langsung ke Sanggau tempat keluarganya, sedangkan dua scooterist lanjut ke Pontianak. Setelah berpisah di Simpang Ampar, tutur Bejo alias Ical juru bicara sekaligus yang dituakan oleh tim, selanjutnya Ical bertutur tentang perjalanannya mengitari pulau Kalimantan dan berakhir di Kalimantan Barat

Bejo mengutarakan, mereka para pengendara vespa dari Bogor berangkat dengan misi silaturahmi ke pencinta vespa se Nusantara.

“Kami brangkat dari Bogor pada 24 Agustus dengan penuh semangat menuju Yogyakarta, kemudian lanjut ke Malang, Lumajang, Bromo dan finish di Surabaya untuk melanjutkan perjalanan ke Borneo dengan kapal laut,” tutur Bejo.

Bejo menambahkan, “Kami berangkat dari Surabaya menuju Kalimantan Timur, Balikpapan tepatnya dengam perjalanan 36 jam menuju Pelabuhan Semayang. Sampai di Semayang kami silaturahmi ke beberapa rekan scooterist di Balikpapan, kemudian kami gas lagi menuju Penajam untuk mennyebrang menuju Kalimantan Selatan.”

Bejo menuturkan, pihaknya lalu menyisir Grogot Batulicin dan rest semalam di Kota Batulicin. Esok pagi menuju Brabai melewati rute Pegunungan Meratus, Loksado, Kalimantan Selatan

“Kemudian kami melanjutkan perjalanan dari Brabai ke Banjarbaru dan rest di sana dua hari. Kemudian menuju Banjarmasin dengan semangat yang sama yaitu silaturahmi. Dari Banjarmasin kami disambut club BVC yang mengantar kami sampai ke Palangka. Tidak kalah terbaiknya dari kota-kota yang kami singgahi teman-teman Palangka menyambut kami dan membawa kami ke Kahui, satu di antara wisata hutan di sana,” ungkap Bejo.

PENASIHAT FRKP WB Vespa Lovers Pontianak, Br Stephanus Paiman OFM Cap, bersiap menjemput dua Scooterist asal Bogor di Tayan.
PENASIHAT FRKP WB Vespa Lovers Pontianak, Br Stephanus Paiman OFM Cap, bersiap menjemput dua Scooterist asal Bogor di Tayan. (IST)

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan kembali menuju Sampit karena sudah ditunggu rekan-rekan di sana.

Singkat cerita, Bejo dan teman-temannya menuju Pontianak. “Kami pun sampai ke Jembatan Tayan dan langsung gass lagi menuju Pontianak. Kami terkejut dan haru ternyata kami sudah ditunggu oleh seorang rekan scooterist, luar biasa. Beliau menjemput kami di 80 Km sebelum masuk Pontianak dan beliau adalah Om Bruder Stepanus Paiman OFM Cap yang kami sering panggil dengan nama Om Bruder,” kata Bejo.

Bejo mengatakan,”Dengan gagahnya beliau memandu kami ke markas mereka di Pontianak FRKP dan ternyata sudah ditunggu rekan-rekan di markas. Sesampai di markas kami cerita-cerita tentang perjalanan kamin yang sudah 1,5 bulan lebih. Lelahpun terobati dengan canda tawa rekan-rekan scooterist Pontianak.”

Bejo menambahkan, setelah istirahat cukup, besok paginya menuju ke bengkel Om Tomo salah satu mekanik andalan di Pontianak di Jalan Panglima Aim.

Sementara itu Br Stephanus Paiman OFM Cap mengatakan slogan Satu Vespa Sejuta Saudara adalah benar dan nyata. “Kita hidupi, bukan hanya sekadar wacana atau keluar dari mulut saja. Ini kelebihan dari kawan-kawan Vespa di seluruh Nusantara, bahkan di dunia internasional.”

Dikatakakan Br Stephanus Paiman OFM Cap, sejak diketahui ada dari Bogor yang keliling Kalimantan, segera dimonitor perjalanan mereka. “Hingga kita dapat menjemput mereka saat akan masuk ke kota Pontianak. Kita coba memberikan yang terbaik sebagai tuan rumah,” tutur Bang Steph atau Bang Bruder panggilan akrabnya dengan senyum ramah.

“Mereka kita bawa untuk servis kendaraan di bengkel Mas Tomo di Pasar Seruni, Jl Panglima Aim. Besok kita ajak mereka untuk camping di alam terbuka, di Rumah Pelangi, Gunung Benuah. Selanjutnya mengitari Sungai Kapuas dengan Kapal Galaherang, ke Keraton Pontianak serta Tugu Khatulistiwa, selanjutnya mereka akan melanjutkan perjalanan ke arah pantai utara, menuju Border Aruk,” kata aktivis kemanusiaan ini.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved