Breaking News:

Menteri Agama Larang Pawai Peringatan Hari Besar Keagamaan dalam Skala Besar

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menyatakan, pedoman ini diterbitkan dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
Humas Kemenag
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kementerian Agama menerbitkan Pedoman Penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Keagamaan Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Pedoman ini tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama No SE 29 tahun 2021 dan ditandatangani pada 7 Oktober 2021.

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas menyatakan, pedoman ini diterbitkan dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Selain itu juga sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Saw, Natal, dan hari besar keagamaan lainnya pada masa pandemi Covid-19.

Menurut Menag, pedoman penyelenggaraan disusun dengan memperhatikan kondisi atau status daerah dalam konteks pandemi Covid-19.

Kapan Maulid Nabi Diperingati ? Ini Doa Rabiul Awal! 1 Rabiul Awal 1443 Jatuh pada Tanggal 8 Oktober

Untuk daerah level 2 dan level 1 misalnya, peringatan hari besar keagamaan bisa dilaksankaan tatap muka, tapi dengan mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

“Untuk daerah level 4 dan level 3, peringatan hari besar keagamaan dianjurkan dilaksanakan secara virtual atau daring,” tegasnya di laman resmi Kemenag.

Penyelenggara kegiatan, lanjut Menag, dianjurkan menyediakan QR Code PeduliLindungi.

Peserta yang hadir juga dianjurkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi di rumah ibadat dan tempat lain yang digunakan untuk menggelar Peringatan Hari Besar Keagamaan.

“Dilarang untuk melakukan pawai atau arak-arakan dalam rangka Peringatan Hari Besar Keagamaan yang melibatkan jumlah peserta dalam skala besar,” tegasnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved