Breaking News:

Kadisdikbud Kabupaten Melawi Beri Tanggapan Tentang Belasan Guru dan Siswa Ikut ANBK dari Atas Bukit

Joko mengungkapkan, kendala jaringan sinyal tidak stabil tidak hanya dirasakan oleh siswa dan guru SMPN 07 Satap Menukung, tapi menyeluruh di Kabupate

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Belasan siswa dan guru di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, terpaksa mengikuti Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dari atas bukit. Mereka rela menahan lapar, diguyur hujan, gigitan nyamuk demi sinyal agar bisa ikut ANBK selama dua hari yang digelar pada 4—5 Oktober 2021 lalu. Perjuangan itulah yang diraskan oleh siswa kelas VIII pada SMPN 07 Satap Menukung, yang berada di Desa Laman Mumbung, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Belasan siswa dan guru di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, terpaksa mengikuti Pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) dari atas bukit.

Mereka rela menahan lapar, diguyur hujan, gigitan nyamuk demi sinyal agar bisa ikut ANBK selama dua hari yang digelar pada 4—5 Oktober 2021 lalu.

Perjuangan itulah yang diraskan oleh siswa kelas VIII pada SMPN 07 Satap Menukung, yang berada di Desa Laman Mumbung, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Melawi, Joko Wahyono menyebut SMPN 07 Satap Menukung, berada di Laman Mumbung tersebut masuk dalam kategori desa terisolir.

Di desa itu, kata dia, belum merasakan akses listrik yang layak, juga sinyal.

Yospeha Hasnah Putuskan Sintang Status Tanggap Darurat Bantingsor

"Desa ini belum tersedia listrik PLN, kemudian tidak tersedia jaringan sinyal internet. Sementara, ANBK diperlukan akses itu dan diupayakan dekat sekolah. Sehingga diputuskan pihak sekolah di atas bukit yang terjangkau jaringan internet. Di desa itu belum tersedia tower," kata Joko kepada Tribun Pontianak, Minggu 10 Oktober 2021.

Joko mengungkapkan, kendala jaringan sinyal tidak stabil tidak hanya dirasakan oleh siswa dan guru SMPN 07 Satap Menukung, tapi menyeluruh di Kabupaten Melawi, saat pelaksanaan ANBK pekan lalu.

"Pada saat pelaksanaan ANBK, terdapat gangguan sinyal internet, terutama dari operator telkomsel. Untuk opetator lain, sepertinya aman. Gangguan sinyal terjadi di semua tempat. Termasuk di kota Nanga Pinoh. Makanya, kita melakukan penjadwalan ulang untuk sekolah-sekolah yang terganggu pelaksanaan ANBK, dan kita menunggu jadwal dari pusat," ungkap Joko.

Joko berharap, pemerintah dapat membangun akses telekomunikasi di semua desa di Kabupaten Melawi, agar proses belajar mengajar dapat berjalan maksimal, apalagi di tengah pandemi Covid-19.

"Karena jaringan ini sudah menjadi kebutuhan, juga mendukung proses belajar mengajar. Apalagi saat ini semua sudah serba daring," jelasnya.

Informasi yang diterima Joko, tahun 2021 ada lebih dari 100 tower yang akan dibangun di Kabupaten Melawi. Dia berharap, infrastruktur telekomunikasi terus dibangun setiap tahun, agar masyarakat, terutama guru dan siswa sama rata menikmati akses internet.

"Mudah-mudahan ini segera terwujud kami berharap semua desa memperoleh jaringan internet. Sehingga semua sekolah bisa menikmati kemudahan belajar mengajar. Kami mohon maaf kepada orangtua siswa yang barang kali harus bersusah payah, mengantarkan anaknya mengikuti ANBK. Mudah mudahan kedepan bisa lebih baik," harapnya. (*)

Update Informasi Seputar Kabupaten Melawi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved