Breaking News:

Ireng Maulana Nilai Ketua DPD Partai Demokrat Kalbar Harus Lepas Dari Sentimen Suku dan Agama

Kepemimpinan Partai Demokrat di daerah harus diteliti dan diperiksa ulang tentang komitmennya sebagai penganut paham demokrasi

Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Satu diantara Pengamat Politik Kalbar, Ireng Maulana. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Politik Kalbar, Ireng Maulana, MA menilai, sosok Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Kalbar kedepan mesti sosok yang benar-benar bisa memajukan partai dengan tidak membawa sentimen suku, dan agama.

Menurut Ireng, dari semua polemik yang terjadi, Demokrat hari ini sudah dipimpin oleh representasi anak muda.

Pergaulan politik di nasional sudah mendapati fakta jika keterlibatan anak muda sudah mengisi ruang komunikasi politik dengan kompetensi yang dimiliki.

Positioning kepemimpinan Demokrat di tingkat nasional juga sebaiknya menjadi inspirasi bagi pengurus daerah yakni provinsi dan kabupaten dan hingga desa.

DPN Repdem Ancam Pidanakan Herzaky Jika Partai Demokrat Tak Minta Maaf Secara Resmi Ke Megawati

Kepemimpinan yang peka zaman, peka terhadap tantangan kehidupan berdemokrasi yang terus ingin berkembang, kepemimpinan yang berkapasitas masa depan.

"Maka dari itu, ketua DPD PD Kalimantan Barat yang akan datang paling tidak memiliki spirit dan mindset yang memaknai fungsi dan perannya sebagai aktor pemandu kemajuan partai di masa depan," ujar Ireng.

"Kompetensi ini tidak bisa diserahkan kepada sembarang kandidat ketua. Mereka yang memiliki pandangan komprehensif tentang tantangan demokrasi di daerah seharusnya mendapatkan peluang lebih besar," tambahnya.

Lanjut dikatakan Ireng, Demokrat artinya penganut paham demokrasi. Sehingga, Partai Demokrat di daerah tentu harus mendudukkan ketua yang berwajah demokrat pula.

Memahami demokrasi yang terbebas dari tarikan sentimen etnis, agama dan tarikan kepentingan identitas lainnya.

"Partai Demokrat di daerah, khususnya Kalimantan Barat milik kaum demokrat yang bersih dari anasir-anasir pembelahan identitas. Kepemimpinan Partai Demokrat di daerah harus diteliti dan diperiksa ulang tentang komitmennya sebagai penganut paham demokrasi," ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved