Breaking News:

Doa Katolik

Renungan Katolik Minggu 10 Oktober 2021 Lengkap Bacaan 1 Bacaan 2 Bacaan Injil dan Mazmur Tanggapan

Bacaan pertama Kebijaksanaan 7:7-11, bacaan kedua Ibrani 4:12-13 dan bacaan injil Markus 10:17-30. Mazmur tanggapan 90:12-13.14-15.16-17 dan bait peng

TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Umat Katolik mengikuti misa peringatan sengsara dan wafatnya Yesus pada ibadah Jumat Agung di gereja Katedral Santo Yosep, Jalan Pattimura, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat 30 Maret 2018 pukul 15.00 WIB. 

Jawab Yesus kepadanya, "Mengapa kaukatakan Aku baik?

Tak seorang pun yang baik selain Allah!

Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta dan jangan mengurangi hak orang, hormatilah ayah dan ibumu!"

Kata orang itu kepada Yesus, "Guru, semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku."

Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya, "Hanya satu lagi kekuranganmu: Pergilah, juallah apa yang kaumiliki, dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin.

Maka engkau akan beroleh harta di surga.

Kemudian datanglah ke mari, dan ikutlah Aku."

Mendengar perkataan Yesus, orang itu menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyaklah hartanya.

Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya di sekeliling-Nya dan berkata kepada mereka,

"Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Murid-murid tercengang mendengar perkataan-Nya itu.

Tetapi Yesus menyambung lagi, "Anak-anak-Ku, alangkah sukarnya masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Para murid semakin gempar dan berkata seorang kepada yang lain, "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"

Yesus memandang mereka dan berkata, "Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah.

Sebab bagi Allah segala sesuatu adalah mungkin!"

Lalu berkatalah Petrus kepada Yesus, "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!"

Maka Yesus menjawab, "Sungguh, Aku berkata kepadamu, barangsiapa, karena Aku dan karena Injil, meninggalkan rumah, saudara-saudari, ibu atau bapa, anak-anak atau ladangnya, pada masa ini juga ia akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak-anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan; dan di masa datang ia akan menerima hidup yang kekal."

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan Katolik

Pada hari ini, kami menyatakan pernyataan yang kontroversial: “Alangkah sukarnya orang kaya masuk dalam Kerajaan Surga, lebih mudah seekor unta melewati lubang jarum.”

Kalimat ini seolah-akan meledek orang kaya: “Sama Onta aja kalah suci!”

Tetapi, apakah memang demikian maksud Yesus?

Yesus ingin memberikan suatu perumpamaan bahwa ternyata untuk mengikuti dia, kita harus berani melepaskan segala keterikatan.

Semakin banyak harta kita, maka di situlah kita mendukung dunia ini.

Di mana hartamu berada, di situ bisa berada.

Harta bisa menjadi penghalang bagi kita untuk mengikuti Tuhan.

Harta bisa menjadi penghalang kita untuk masuk surga jika harta itu digunakan untuk menikmati dunia ini dan bukan mencari harta surgawi.

Tetapi, harta bisa juga kita pakai untuk memulai membangun rumah kita di surga.

“Berikanlah hartamu kepada orang miskin!”

Di balik setiap harta yang kita punya, pasti ada jatah orang miskin dan orang yang berkekurangan.

Maka, kalau kita dikaruniai rezeki yang cukup oleh Tuhan, sikap yang paling tepat adalah kita tidak boleh menentukan.

Jangan sampai seolah-akan harta itu akan kita bawa mati. Kita mati tidak membawa apa pun.

Tuhan Yesus semoga kami menggunakan harta yang engkau titipkan dengan bijaksana. Amin.

Kisah Tokoh Israel Sejati, Simeon, Santo Sergius dan Bakhus - Riwayat Orang Kudus Katolik 8 Oktober

Sumber: adiutami.com

(Update informasi seputar katolik klik di sini)

(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved