Breaking News:

Paguyuban S4, Pelestari Seni Budaya Sunda di Bumi Khatuliswa

Selain bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan juga dalam kerangka pelestarian nilai seni dan budaya leluhur

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
berbagai kegiatan S4 yang diselenggarakan di Kota Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Kesukuan bukanlah keistimewaan. Ia akan jadi istimewa apabila dengan identitas tersebut dapat menghadirkan kebaikan untuk dikembangkan secara bersama-sama dalam lingkup kebangsaan di mana pun berada.

Begitu juga paguyuban masyarakat Kalimantan Barat keturunan Sunda yang bernama Simpay Seuweu Siwi Siliwangi atau S4 (baca: S Opat).

Kehadirannya diharapkan tidak hanya menjadi media silaturahim antarperantau Jawa Barat semata, tetapi bagaimana perkumpulan atau paguyuban yang berdiri sejak tahun 1959 ini mampu menjaga harmonisasi bersama warga setempat untuk bersatu dan berkolaborasi memajukan Kalimantan Barat, dengan tetap menjungjung tinggi budaya leluhurnya.

Paguyuban ini, kata Ketua S4 Kota Pontianak, Yan Andria, yang beberapa waktu lalu dilantik oleh Pengurus S4 Kalimantan Barat.

Warga Desa Pasir Putih Terima Bantuan Bedah Rumah dari Kementrian PUPR

Selain bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan juga dalam kerangka pelestarian nilai seni dan budaya leluhur, termasuk di dalammnya menjaga lestarinya bahasa ibu.

Bahasa ibu atau bahasa daerah, lanjut Yansu sapaan akrab lelaki yang sehari-hari berprofesi sebagai jurnalis CNN TV ini merupakan kekayaan bangsa yang apabila tidak dilestarikan akan hilang.

“Banyak yang tak lagi menggunakan bahasa daerah sebagai bahan percakapan di rumahnya, efeknya terutama bagi anak muda yang jangankan fasih dalam pengucapannya, untuk sekadar mengerti bahasa daerah saja banyak yang kesulitan,” ujarnya.

Sebagai negara multikultural, Indonesia memiliki ratusan kelompok etnik atau suku, dan bahasa yang digunakan pun tentunya beragam dan berbeda satu sama lain.

Meski dibingkai dengan bahasa persatuan yakni Bahasa Indonesia, tetapi menjaga bahasa ibu agar tetap lestari, menurutnya, bagian dari upaya pelestarian nilai seni dan budaya leluhur itu sendiri, yang sama-sama harus dipertahankan sebagai kekayaan bangsa.

“S4, setidaknya, ingin berupaya tetap menjaga nilai seni budaya agar kami dan generasi mendatang tidak kehilangan identitas, dengan tetap menjaga harmonisasi bersama warga lainnya untuk bersatu dan berkolaborasi memajukan Kalimantan Barat,” katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved