Breaking News:

Rumah Warga di Sepauk Terbakar Saat Dilanda Banji, Begini Kondisinya Sekarang

Saksi yang saat itu sudah melihat api di rumah korban langsung bergegas membangunkan anak korban, Fitriyadi

Editor: Jamadin
Dok. Polsek Sepauk
Rumah warga Desa Kenyauk Kecamatan Sepauk hangus terbakar, Jumat 8 Oktober 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Ditengah musibah banjir yang melanda Kecamatan Sepauk, warga Desa Kenyauk Kecamatan Sepauk dikagetkan dengan kejadian kebakaran rumah yang dialami oleh Amirudin, Jumat 8 Oktober 2021.

Menurut saksi ditempat, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 Wib dimana saat itu korban bersama dengan istrinya sedang berada di kebun, korban yang saat itu sedang menoreh pohon karet yang tak jauh dari rumahnya mendengar teriakan kebakaran.

Mendengar hal tersebut, korban bersama istrinya pun bergegas karena sumber kepulan asap berasal dari arah rumahnya yang mana setiba di lokasi korban mendapati api sudah membesar dan saat itu juga korban sudah tak dapat menyelamatkan barang-barang di dalam rumah.

Dalam kebakaran tersebut, beruntung tidak ada satupun korban jiwa yang mana untuk total kerugian korban mencapai Rp. 150.000.000.

Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Kapuas Hulu Bagikan Sembako ke Korban Banjir

Dari keterangan tetangga korban, api berasal dari bagian kanan belakang rumah.

Saksi yang saat itu sudah melihat api di rumah korban langsung bergegas membangunkan anak korban, Fitriyadi yang posisinya saat itu masih berada di dalam rumah.

Saksi yang berusaha mendobrak rumah korban saat itu sudah tidak sempat lagi mengingat kepulan asap yang sudah terlalu tebal dimana saksi pun mencoba berteriak dan tak lama kemudian anak korban pun keluar dari pintu depan rumahnya.

Rumah warga Desa Kenyauk Kecamatan Sepauk hangus terbakar, Jumat 8 Oktober 2021.
Rumah warga Desa Kenyauk Kecamatan Sepauk hangus terbakar, Jumat 8 Oktober 2021

Dalam usaha memadankan api, masyarakat terhambat dengan banjir yang ada disekeliling rumah korban dikarenakan kabel rumah yang saat itu sudah dalam keadaan putus dan dikhawatirkan jatuh ke air sehingga dapat menyebabkan setruman listrik.

“Untuk proses pemadaman api kali ini cukup memakan waktu dikarenakan kekhwatiran masyarakat akan tersetrum listrik akibat kabel yang sudah putus sehingga masyarakat agak kewalahan dalam prosesnya,” ujar Kapolsek Sepauk IPTU Anang.

Setelah ditelusuri lebih lanjut dan atas keterangan dari saksi-saksi, kesimpulan sementara api berasal dari puntung rokok anak korban yang pada saat itu berada di rumah.

[Update Berita Polda Kalbar]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved