Breaking News:

Mereduksi Berkembangnya Intoleransi di Kalbar, Forkopimda Kalbar Gelar FGD

Sutarmidji saat membuka acara berharap melalui diskusi dapat dilakukan pengkajian agar kedepan diharapkan tidak ada lagi sikap-sikap intoleransi

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Pelaksanaan FGD bertemakan Harmonisasi Umat Beragama Dalam Mereduksi Berkembangnya Intoleransi Pro Kekerasan di Wilayah Provinsi Kalimantan Barat" yang dilaksanakan Forkopimda Kalbar di hotel Grand Mahkota Pontianak, Rabu 6 Oktober 2021. Istimewa. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Kalimantan Barat menggelar Fokus Groub Discussion (FGD) dan Rapat koordinasi menyikapi berkembangnya sikap intoleransi dan radikalisasi di Provinsi Kalimantan Barat, Rabu 6 Oktober 2021.

Bertempat di Hotel Grand Mahkota, Kota Pontianak, kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji, Kapolda Kalbar Irjen Pol R. Sigid Trihardjanto, Kasdam XII/Tanjungpura, Brigjen TNI Djauhari, S.E., M.M., Ketua MUI, M. Basri Har, Asintel Kajati, Taliwondo, S.H., M.H., Pakar Sejarah dan Budaya Kalbar, Syafarudin Usman dan Uskup Agung Pontianak, Mgr. Agustinus Agus.

Focus Group Discussion kali ini mengangkat tema, "Harmonisasi Umat Beragama Dalam Mereduksi Berkembangnya Intoleransi Pro Kekerasan di Wilayah Provinsi Kalimantan Barat".

Selain dilaksanakan secara langsung atau offline, Kegiatan inipun dilaksanakan secara online virtual zoom meeting yang terkoneksi di 14 kab/kota yang dihadiri oleh Unsur Forkominda Prov Kalbar, Bupati dan Walikota dari 14 Kabupaten / kota, serta para kepala kantor / instansi, lembaga dan Organisasi keagamaan.

Polda Kalbar Gelar FGD Sikapi Intoleran dan Radikalisme, Ini Pembahasannya

Kegiatan secara virtual zoom meeting inipun dihadir oleh para Kapolres Jajaran beserta unsur Muspida, kepala kantor / instansi / lembaga / Badan, Organisasi Keagaman, Budaya, Etnis dan Tokoh Masyarakat, Bertempat di Aula Polres masing - masing.

Gubernur Kalbar, H. Sutarmidji saat membuka acara berharap melalui diskusi dapat dilakukan pengkajian agar kedepan diharapkan tidak ada lagi sikap-sikap intoleransi di Kalbar.

"Hubungan antar etnis dan hubungan antar pemeluk agama kalau ada terjadi gesekan seharusnya dapat diselesaikan dengan musyawarah. Untuk Kalbar perlu sentuhan-sentuhan agar lebih cepat maju," harapnya.

Ia berharap seluruh masyarakat dapat menentukan sebuah keputusan berdasarkan aturan dan berdasarkan musyawarah, dimana dua hal tersebut laksanakan dalam kehidupan bermasyarakat maka tidak ada pertentangan yang terjadi dimasyarakat.

Selain itu, ia berharap masyarakat dalam hal menganut agama, tidak keluar dari ajaran utama, karena bila hal tersebut terjadi maka dapat menjadi penistaan agama.

Kemudian, ia berpesan pula tidak gampang untuk mengecap pihak lain intoleransi, dan radikal sebelum memilah dan mendudukkan segala permasalahan yang ada pada proporsi yang sebenarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved