Breaking News:

Dinas Lingkungan Hidup Pontianak Temukan Limbah Medis Botol KB dan Botol Imunisasi Bayi

Namun setelah melakukan pengecekan ke lokasi pada Rabu 6 Oktober 2021. Saptiko menerangkan, bahwa sebagian besar limbah medis tersebut sudah dibersihk

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Destriadi Yunas Jumasani
Ratusan botol vial dan jarum suntikan yang diduga merupakan limbah medis bekas suntikan KB yang dibuang sembarangan di tepi Jalan Karya Sosial, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa 5 Oktober 2021. Padahal menurut aturannya limbah media perlu dikelola dengan baik agar tidak membahayakan lingkungan. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Kadis LH), Saptiko menyampaikan, bahwa pihaknya saat ini masih menyelidiki terkait adanya temuan limbah medis tepi jalan Karya Sosial, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Namun setelah melakukan pengecekan ke lokasi pada Rabu 6 Oktober 2021. Saptiko menerangkan, bahwa sebagian besar limbah medis tersebut sudah dibersihkan, hanya saja pihaknya masih mencari sisa-sisa limbah medis tersebut untuk dibersihkan.

"Kita cek dan selidiki siapa yang membuang. Namun seharusnya tidak boleh," kata Saptiko.

Menurutnya, jika limbah tersebut merupakan limbah medis, tentu pembinaannya berada di bawah binaan Dinas Kesehatan.

BREAKING NEWS - Pria Bercelurit Rampok Apotek di Pontianak, Penjaga Apotek Ditodong Saat Hitung Uang

"Kalau fasilitas kesehatan pembinaannya di Dinas Kesehatan," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, dari hasil pengecekan di lokasi, bahwa terdapat dua  jenis limbah medis yang ditemukan, diantaranya yaitu botol KB dan botol Vaksinasi bayi (bukan covid-19).

Seharusnya, kata Kadis LH, limbah medis tersebut harus ditangani secara khusus dan tidak boleh dibuang sembarangan sesuai dengan aturan Menteri Kesehatan RI, bahwa pengelolaan limbah medis harus ditangani secara khusus.

"Jadi Pelayanan Kesehatan ini harus mengelola dengan baik, tidak boleh dibuang sembarangan. Dia harus dimusnahkan dengan mesin insenerator atau diangkut oleh pihak ketiga ke pemusnahan mungkin diluar Kalimantan. Karena limbah medis ini ada yang infeksi dan ada yang tidak," ungkapnya.

Pihaknya pun berkerja sama dengan Dinas Kesehatan akan melakukan pembersihan terhadap limbah medis tersebut untuk kemudian di musnahkan dengan insenerator.

Kata Saptiko, seharusnya masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, lantaran bisa dikenakan sanksi.

"Harusnya masyarakat bisa melakukan pembuangan sampah di tempat yang kita sediakan, tapi ini akan kita sisir bersihkan secara berkala. Sanksi membuang sampah sembarangan bisa kena sanksi tipiring," pungkasnya. (*)

Update Informasi Seputar Kota Pontianak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved