Breaking News:

Aturan untuk Penumpang Pesawat Tujuan Pontianak Berlaku hingga 18 Oktober 2021

Harisson menepis isu mengenai calon penumpang pesawat yang sudah menerima vaksin kedua dibolehkan hanya menggunakan hasil tes cepat antigen.

Editor: Nasaruddin
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Suasana di Bandara Internasional Supadio, Kubu Raya, Kalimantan Barat disaat pandemi covid-19, Sabtu 9 Mei 2020 siang. Hingga saat ini pihak Bandara Supadio tidak melayani penerbangan penumpang mudik dan hanya melakukan penerbangan pesawat kargo dan penerbangan penumpang yang dikecualikan (yang dilengkapi dengan surat tugas, surat keterangan bebas covid-19 dan berkas-berkas kelengkapan lainnya). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson menegaskan, calon penumpang pesawat dari dan ke Kota Pontianak masih wajib menyertakan surat keterangan vaksin dan hasil swab polymerase chain reaction (PCR).

Aturan tersebut menurut Harisson berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 48 Tahun 2021 yang berlaku mulai tanggal 5 sampai 18 Oktober 2021.

Harisson menepis isu mengenai calon penumpang pesawat yang sudah menerima vaksin kedua dibolehkan hanya menggunakan hasil tes cepat antigen.

“Pelaku perjalanan domestik yang menggunakan pesawat udara, wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan surat hasil swab PCR minimal 2x24 jam,” kata Harisson seperti dilansir Kompas.com.

COVID-19 di Singapura Menggila! Infeksi Harian Catat Rekor Baru hingga 3 Ribuan Kasus

Sebagai informasi, sebanyak 13 daerah di Kalimantan Barat (Kalbar) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2 dan satu daerah level 1.

Sebanyak 13 daerah tersebut adalah Kota Pontianak, Kota Singkawang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Landak, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sintang, Kabupaten Melawi, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Mempawah.

Sedangkan untuk daerah yang menerapkan PPKM level 1 hanya Kabupaten Sekadau.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat tetap waspada dan tidak lengah dalam menerapkan protokol kesehatan, meski Pontianak masuk PPKM level 2.

"Kita tetap mengantisipasi apabila terjadi gelombang ketiga, terutama adanya varian Covid-19 baru," kata Edi.

Aturan PPKM level 2 memang ada perbedaan dengan level 3.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved