8.693 Kepala Keluarga Terdampak Banjir di Kabupaten Sintang, Berikut Rinciannya Per Kecamatan

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD, Kecamatan Serawai, terbanyak jumlah KK yang terdampak banjir. Jumlahnta mencapai 2.110 KK. Sementara Ambalau 815

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/AGUS PUJIANTO
Seorang warga mengayuh sampan mengarungi genangan air yang merendam Jalan De Wahidin Sintang. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Bernhad Saragih mengungkapkan bencana banjir melanda 10 kecamatan. Ada 8.639 kepala keluarga yang terdampak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sintang, Bernhad Saragih mengungkapkan bencana banjir melanda 10 kecamatan. Ada 8.639 kepala keluarga yang terdampak.

“Untuk banjir saat ini sudah melanda 10 kecamatan dengan total 8. 693 Kepala Keluarga menjadi korban banjir, " kata Saragih, Rabu 6 Oktober 2021.

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD, Kecamatan Serawai, terbanyak jumlah KK yang terdampak banjir. Jumlahnta mencapai 2.110 KK. Sementara Ambalau 815 KK. Dua kecamatan ini, sudah surut. Masyarakat juga sudah kembali beraktivitas normal. Dua kecamatan ini berada di aliran sungai melawi.

Dua kecamatan yang berada di aliran sungai kayan, juga terdampak banjir. 600 KK di Kecamatan Kayan Hulu dan 1.200 KK di Kayan Hilir, Dedai 1.242 KK.

"Kecamatan Binjai 300 KK, Kecamatan Sintang 1. 266 KK, Kecamatan Sepauk 400 KK, Kecamatan Tempunak 600 KK, dan Kecamatan Ketungau Hilir 160 KK," ungkap Saragih.

BREAKING NEWS - Kumpulan Foto Mobil Terbakar di Jalan Raya Lintas Kapuas Sintang, Sopirnya ke Mana?

BPBD kata Saragih sudah mengirim tim Rekontruksi dan Rehabilitasi untuk mendata kerusakan pasca banjir di Ambalau dan Serawai.

Data yang dikumpulkan akan kita kirim ke BNPB di Jakarta dan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Perkim untuk memilah, mana kerusakan fasillitas umum yang bisa direkontruksi oleh Pemkab Sintang dan mana yang akan diperbaiki oleh BNPB.

"Kita akan mengeluarkan stok beras yang kita miliki. Dan kita sudah mengajukan juga permohonan bantuan beras kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Mudah-mudahan Pemprov Kalbar akan memberikan respon. Data-data sudah laporkan kepada Pemprov Kalbar,” ujar Saragih.

Kepala Dinas Sosial Setina menambahkan pentingnya membentuk Taruna Siaga Bencana atau Tagana di kecamatan yang memang rawan bencana banjir.

“Kecamatan Ambalau, Serawai, Kayan Hulu, dan Kayan Hilir layak dibentuknya Tagana ini. Mudah-mudahan BPBD bisa membantu pengadaan speedboat satu set untuk menunjang operasional mereka nanti,” terang Setina.

Camat Serawai Rafael Nurdin menjelaskan bahwa banjir yang terjadi pada 2-4 Oktober 2021 kemarin merupakan banjir kedua terbesar selama kurang lebih 30 tahun terakhir.

"Pada Minggu, 3 Oktober 2021, ada beberapa rumah yang dijadikan tempat mengungsi warga, karena dikira tidak akan terkena banjir. Namun ternyata malamnya, rumah tersebut terkena banjir juga. Jadi malam-malam mereka pindah lagi” terang Rafael Nurdin. "Kondisi warga saat banjir memang sangat memprihatinkan. Warga masih bisa menyelamatkan barang berharga, hanya barang seperti kasur dan springbed yang tidak bisa dipindahkan. Untuk Kecamatan Serawai dari 38 desa, ada 22 desa yang terdampak banjir Sungai Melawi dan Sungai Demu. (*)

(Simak berita terbaru dari Sintang)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved