Breaking News:

14 Kabupaten dan Kota di Kalbar Masih Tetap Berada Pada Zona Kuning Covid-19

“Itu menandakan masih ada kasus covid-19 di Kalbar. Kita harap nantinya seluruh daerah di Kalbar sudah tidak ada kasus lagi,”ujarnya kepada Tribun Pon

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Data kategori kenaikan kasus kabupaten kota Provinsi Kalbar pada 3 Oktober 2021 yang dikeluarkan oleh BLC. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berdasarkan kategori kenaikan kasus kabupaten kota Provinsi Kalbar pada 3 Oktober 2021 bahwa seluruh kabupaten kota di Kalimantan Barat tetap berada pada Zona Kuning

Dimana dalam hal ini bahwa 14 kabupaten kota Se-Kalbar tidak ada lagi yang berada pada zona merah maupun oranye.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan bahwa berdasarkan data dari BLC seluruh daerah di Kalbar tetap berada di zona kuning, namun belum ada yang zona hijau.

“Itu menandakan masih ada kasus covid-19 di Kalbar. Kita harap nantinya seluruh daerah di Kalbar sudah tidak ada kasus lagi,”ujarnya kepada Tribun Pontianak, Rabu 6 Oktober 2021.

Harisson mengatakan bahwa penentuan kriteria zona risiko kenaikan kasus menjadi dasar dalam pelaksanaan PPKM level 2 dan PPKM level 1 di Kabupaten Kota di Kalbar yang sebelumnya telah ditetapkan oleh Inmendagri nomor 48 tahun 2021.

Misalnya untuk kegiatan pada pusat perbelajaan atau Mall dan pusat perdangangan di zona kuning tutup sampai pukul 20.00 WIB, dan kapasitas pengunjung 50 persen dengan menerapkan prokes covid-19 yang diatur Pemda.

Sedangkan pada zona oranye hanya sampai 17.00 Wib dan kapasitas pengunjung hanya 25 persen.

Enam dari Sembilan Kecamatan di Mempawah Terbebas dari Covid-19, Tiga Lainnya Berada di Zona Hijau

Lalu untuk wilayah yang berada dalam Zona Hijau dan Zona Kuning, melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan pengaturan teknis dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Sedangkan untuk wilayah yang berada dalam Zona Oranye, melaksanakan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan atau pembelajaran jarak jauh.

Hal itu tertuang berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/202l, Nomor 384 TAHUN 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Lalu bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Sebelumnya, berdasarkan Inmendagri Nomor 48 tahun 2021 yang telah dikeluarkan pada 4 Oktober 2021 bahwa sudah ada satu daerah di Kalbar yang berada pada PPKM Level 1 yakni Kabupaten Sekadau.

Sedangkan yang kabupaten kota lainnya masih berada pada PPKM Level 2 yakni Kabupaten Sambas, Mempawah, Sanggau, Ketapang, Sintang, Kapuas Hulu, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Landak, Kabupaten Melawi, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak dan Kota Singkawang. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved