Breaking News:

Walhi Kalbar Sebut Bencana Ekologis Menjadi Penyebab Banjir di Beberapa Wilayah Kalbar 

Serta informasi prakiraan cuaca yang disajikan agar mudah dipahami publik penting dioptimalkan

Penulis: Imam Maksum | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ ISTIMEWA
Kepala Divisi Kajian dan Kampanye Walhi Kalimantan Barat, Hendrikus Adam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Divisi Kajian dan Kampanye Walhi Kalimantan Barat, Hendrikus Adam merespon terjadinya banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Kapuas Hulu, Senin 4 Oktober 2021.

Menurut Hendrikus Adam, selain curah hujan yang tinggi, kenaikan muka air laut dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) juga dapat menjadi pemicu terjadinya banjir.

Karena itu, ujar Adam, upaya antisipasi dan deteksi dini resiko bencana ekologis perlu dilakukan. Dapat dimulai dari bagaimana mengetahui lokasi potensi rawan banjir, luas potensi dan analisis penyebab terjadinya banjir selama ini.

“Serta informasi prakiraan cuaca yang disajikan agar mudah dipahami publik penting dioptimalkan,” ujar Hendrikus Adam.

Pantauan Gambut Pasca Karhutla, Walhi Kalbar Nilai Pemilik Konsesi Abaikan Implementasi Rostarasi 

Adam mengatakan WALHI Kalbar melihat hujan hanyalah pemicu terjadinya banjir. Tetapi penyebab situasi menjadi meluas adalah akumulasi dari terjadinya degradasi lingkungan hidup.

Juga krisis iklim akibat praktek ekstraksi melalui curah izin harus dilihat sebagai sumber masalah utama bencana ekologis selama ini.

“Curah izin itu mesti dilihat sabagi sumber masalah utama bencana ekologis di daerah kita,” katanya.

Karena itu, imbuh Adam, bencana ekologis yang terjadi juga harus dimaknai sebagai teguran keras alam kepada kita.

“Terutama kepada pemerintah agar mengurus alam dengan baik dan tidak terus mencurahkan izin yang beresiko menyebabkan keseimbangan lingkungan terganggu,” ujarnya.

Karenanya, lanjut Adam, mandat untuk melakukan evaluasi perizinan investasi berbasis hutan lahan dan melakukan tindakan hukum tegas atas dugaan pelanggaran yang dilakukan korporasi menjadi kebutuhan mendesak untuk jadi atensi serius pemerintah.

[Update Berita Seputar Pntianak]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved