Breaking News:

PERPANJANG PPKM, Harisson Ingatkan Daerah PPKM Level 2 untuk Lakukan Percepatan Vaksinasi 

Sedangkan yang kabupaten kota lainnya masih berada pada PPKM Level 2 yakni Kabupaten Sambas, Mempawah, Sanggau, Ketapang, Sintang, Kapuas Hulu, Kabupa

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Kadiskes Kalbar, Harisson saat diwawancarai awak media di Ibis Hotel Pontianak, Sabtu 14 Agustus 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Pusat telah memberlakukan perpanjangan PPKM untuk daerah di luar Jawa-Bali selama  dua minggu kedepan mulai dari 5 Oktober hingga 18 Oktober 2021.

Berdasarkan Inmendagri Nomor 48 tahun 2021 bahwa sudah ada satu daerah di Kalbar yang berada pada PPKM Level 1 yakni Kabupaten Sekadau. 

Sedangkan yang kabupaten kota lainnya masih berada pada PPKM Level 2 yakni Kabupaten Sambas, Mempawah, Sanggau, Ketapang, Sintang, Kapuas Hulu, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Landak, Kabupaten Melawi, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak dan Kota Singkawang.

Hadiri Vaksinasi Merdeka Oleh Pemuda Katolik, Karolin : Semua Warga Berhak Mendapatkan Vaksin

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan bahwa daerah di Kalbar banyak yang sudah berada pada  PPKM Level 2. 

“Sebanyak 13 kabupaten kota di Kalbar sudah berada pada  PPKM level dua dan untuk kabupaten yang berada PPKM level satu adalah Sekadau,”ujarnya.

Dikataknnya untuk langkah antisipasi peningkatakan kasus. Maka daerah harus melakukan percepatan proses vaksinasi dengan tetap menerapkan prokes yang ketat. 

“Tapi ada persyaratan bagi daerah yang berada pada PPKM Level 2 yang harus segera dilaksanakan adalah vaksinasi untuk secepat mungkin mencapai 70 persen,”ujarnya.

Dimana dalam Inmendagri 44 tahun 2021 disyaratkan bagi daerah berada pada PPKM Level 2 apabila vaksinasi masyarakat umum belum mencapai 50 persen dan vaksinasi lansia belum mencapai 40 persen dari penduduk sasaran maka daerah tersebut akan dinaikan ke PPKM level 3. 

“Maka dari itu Satgas kabupaten kota dan kepala daerahnya harus dapat melakukan percepatan vaksinasi di daerah masing-masing,”tegas Harisson.

Selain itu, Harisson mengatakan bahwa saat ini untuk tingkat positivity rate pada 3 Oktober 2021 di Kalbar sudah diangka 2 persen. Dimana angka tersebut sebenarnya sudah dibawah standar WHO, yang mana WHO mensyaratkan positivity rate diangka 5 persen.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved