Breaking News:

Peringati St Fransiskus Asisi, Civitas Akademika Nyarumkop Belajar Pengolahan Daur Pupuk Organik

Dijelaskan Bruder Gerardus, pembuatan Eco Enzyme dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti pupuk, mengendalikan hama, mengurangi aroma kotoran te

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Perayaan Pelindung Persekolahan Katolik Nyarumkop Santo Fransiskus Asisi 2021, mengadakan pelatihan singkat kepada civitas akademika Yayasan Perguruan Masyarakat Kalimantan Barat tentang pengolahan sampah organik berupa sisa kulit buah dan sayuran. 

CITIZEN REPORTER

Oleh: Wiwik Imelda | Yayasan Perguruan Masyarakat Kalimantan Barat (YPMKB)/Persekolahan Katolik Nyarumkop (PKN)

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Memaksimal sisa sampah rumah tangga menjadi satu di antara manfaat menyuburkan berbagai macam jenis tanaman yang produktif tanpa harus mengeluarkan biaya. Pemanfaatan sampah rumah tangga, seperti kulit buah-buahan, sisa potongan sayuran seringkali terbuang percuma karena dianggap tidak bernilai guna.

Berkenaan dengan hal tersebut, panitia Perayaan Pelindung Persekolahan Katolik Nyarumkop Santo Fransiskus Asisi 2021, mengadakan pelatihan singkat kepada civitas akademika Yayasan Perguruan Masyarakat Kalimantan Barat (YPMKB) tentang pengolahan sampah organik berupa sisa kulit buah dan sayuran.

Seminar dan Praktik dengan pemateri Bruder Gerardus Werwin MTB mengedukasi warga Persekolahan Katolik Nyarumkop aneka kulit buah dijadikan sebagai bahan untuk dijadikan Eco Enzyme multiguna.

Dijelaskan Bruder Gerardus, pembuatan Eco Enzyme dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti pupuk, mengendalikan hama, mengurangi aroma kotoran ternak, serta dapat memulihkan kesehatan.

Dalam seminar ini, Bruder Gerardus yang juga Ketua JPIC ( Justice Peace & Integrity Of Creation) Tarekat Bruder MTB mengajak para civitas akademika YPMKB- Persekolahan Katolik Nyarumkop (PKN) mempraktikkan secara langsung mengolah kulit buah-buahan dan potongan sisa sayuran yang dibagi dalam beberapa kelompok.

Proses pengolahan kulit buah dan sisa sayuran segar ini dapat memaksimal waktu yang singkat dan hasil pengolahannya kemudian dipermentasi secara berkala hingga siap dijadikan bahan baku untuk berbagai keperluan.

Dalam kesempatan itu, Hildergardis Setyasa, satu di antara pendidik PKN sangat berterima kasih kepada panitia atas terlaksanakan kegiatan seminar.

Menurut Hilda, "Saya baru tahu dan menyadari, kulit buah buahan yang terbuang cuma-cuma ternyata memiliki manfaat multiguna."

Sementara itu, Florianus, seorang Frater Novisiat Poteng milik Ordo Kapusin sangat terbantu atas eksplanasi yang telah dipaparkan oleh pemateri.

Kegiatan seminar dan praktik pengolahan kulit buah dan sisa sayuran segar menjadi Eco Enzyme menjadi pembelajaran yang sangat penting untuk menjaga eksosistem bumi.

"Dengan seminar dan praktik pengolahan sisa kulit buah dan sejenisnya ini menjadi modal perutusan sebagai calon imam" ungkapnya optimis.

Kegiatan seminar dan praktik pengolahan sisa sampah organik ini merupakan rangkaian penutup Perayaan Pelindung Persekolahan Katolik Nyarumkop Santo Fransiskus tahun 2021. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved