Breaking News:

Kuasa Hukum Tersangka Kasus Korupsi Hibah Pembangunan Gereja Akan Lakukan Pra Peradilan

Raymundus Loin, kuasa hukum dari JM selaku pendeta dan SM yang merupakan pegawai negeri sipil di Kabupaten Sintang menyampaikan seharusnya dalam kasus

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO
Empat tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan gereja di Kabupaten Sintang saat dihadirkan ketika Konferensi Pers di Kejaksaan Tinggi Kalbar, Senin 5 Oktober 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menetapkan 4 tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jema’at Eben Haezer Dusun Belungai, Desa Semuntai, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Senin 4 Oktober 2021.

Keempat tersangka yang ditetapkan masing - masing berinisial JM yang merupakan pendeta di gereja tersebut, SM pegawai negeri sipil di kabupaten Sintang, TI Anggota DPRD Provinsi Kalbar, dan TM yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Sintang.

Berdasarkan Laporan Hasil Audit Dalam Rangka Perhitungan Kerugian Keuangan Negara oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan Perwakilan Propinsi Kalimantan Barat Nomor SR-381/PW14/5/2021 tanggal 24 September 2021, akibat perbuatan tersebut telah mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp. 241.681.750,00 (Dua Ratus Empat Puluh Satu Juta Enam Ratus Delapan Puluh Satu Ribu Tujuh Ratus Lima Puluh Rupiah), dari total dana hibah sebesar Rp. 299.000.000,00 (Dua Ratus Sembilan Puluh Sembilan Juta Rupiah)

Raymundus Loin, kuasa hukum dari JM selaku pendeta dan SM yang merupakan pegawai negeri sipil di Kabupaten Sintang menyampaikan seharusnya dalam kasus ini kliennya sebagai saksi bukan tersangka.

Masyhudi Ungkap Penahanan 4 Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah Pembangunan Gereja di Sintang

"Bila dari keterangan klien saya, seharusnya klien saya sebagai saksi, karena saat ditanya apakah terima uang, ya terima uang, untuk apa, untuk gereja, dan untuk siapa uang 100 juta, untuk ini dan sebagainya, dan bila dari keterangan ini. Sehingga bagi saya tidak memberatkan,"katanya.

Lalu, dari keterangan kliennya, kliennya pun tidak pernah mengetahui adanya komitmen ataupun janji fee dari proyek ini.

Selain itu, kliennya pun sudah menunjukkan berbagai bukti fisik bahwa uang tersebut sudah laksanakan untuk pembangunan gereja.

Selanjutnya, terkait uang yang dikirim ke rekening pribadi, hal tersebut karena memang sebelumnya gereja belum memiliki rekening yayasan, oleh sebab itu sebagai pimpinan di gereja tersebut, maka digunakanlah rekening pribadi sang pendeta.

Plh Bupati Sintang Yosepha Hasnah Sayangkan Ada ASN Terjerat Korupsi

'"Jadi ada dua kali pengiriman, dan yang kedua itu setelah ada rekening yayasan barulah dikirim kembali. Dan yang 100 juta itu, karena ada telepon harus dititipkan ke oknum dewan yang juga menjadi tersangka maka dari itu kelien SM antar,' 'tuturnya.

Atas penetapan kliennya sebagai tersangka, pihaknya pun akan melakukan serangkaian langkah hukum.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved