Breaking News:

DUGAAN Kasus Korupsi Dana Hibah Tempat Ibadah, Kejati Kalbar Tahan Oknum Anggota DPRD & ASN Sintang

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Florensius Ronny mengungkapkan jika pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berja

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Agus Pujianto
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Florensius Ronny 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Satu anggota DPRD Kabupaten Sintang berinisial TM, terjerat kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Gereja Pantekosta Indonesia (GPDI) Jemaat Eben Heazer di Kabupaten Sintang tahun 2018 di Dusun Belungai, Desa Semuntai, Kecamatan Sepauk.

Selain TM, dugaan kasus korupsi tersebut juga menyeret TI, Anggota DPRD Provinsi Kalbar, JM, seorang pendeta yang juga pengurus gereja, serta SM Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBPPA) Kabupaten. Keempatnya dilakukan penahanan.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang, Florensius Ronny mengungkapkan jika pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Kejati Kalbar sampai dengan pembuktian di pengadilan.

Duduk Perkara Korupsi Dana Pembangunan Gereja di Sintang

"Saya pikir kita tetap menggunakan asas praduga tak bersalah, ya. Kemudian tentu kita menghormati proses hukum yang ada. Dan kita berharap ini menjadi pelajaran bersama kedepannya, kalau memang ini nanti menjadi pembuktiannya benar atau salah, tentu ini menjadi pengalaman kita semua, baik dari DPRD maupun penyelengara ataupun semua pihak penerima hibah," kata Ronny, Selasa 5 Oktober 2021.

Apabila pembuktian di persidangan benar, kata Ronny, dia mengaku prihatin.

"Tapi tentu dasar pertamanya asas praduga tidak bersalah. Ketika benar ini juga menjadi pembelajaran buat semuanya. saya juga prihatin, rasa-rasa ndak percaya. Mudah-mudahan beliau yang di sana kuat, dalam menghadapi situasi apapun," kata Ronny.

Update Informasi Seputar Kabupaten Sintang

Dikutip dari Tribunpontianak.co.id Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menetapkan 4 tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Gereja Pantekosta Indonesia (GPdI) Jema’at Eben Haezer Dusun Belungai, Desa Semuntai, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Keempat tersangka yang ditetapkan masing - masing berinisial JM yang merupakan pendeta di gereja tersebut, SM pegawai negeri sipil di kabupaten Sintang, TI Anggota DPRD Provinsi Kalbar, dan TM yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Sintang.

Dalam Konferensi Pers di kantor Kejaksaan Tinggi Kalbar, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalbar Dr. Masyhudi melalui Taliwondo Asisten Intelegent Kejati Kalbar menyampaikan pada 26 Februari 2018 Pemerintah Kabupaten Sintang telah menyalurkan APBD T.A 2018 sebesar Rp. 299.000.000,00 sebagai Dana Hibah Daerah untuk Pembangunan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jema’at Eben Heazer Dusun Belungai, Desa Semuntai, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved