Breaking News:

Duduk Perkara Korupsi Dana Pembangunan Gereja di Sintang

Keempat tersangka masing-masing adalah JM selaku pengurus gereja, SM aparatur sipil negara (ASN), TI anggota DPRD Kalbar dan TM anggota DPRD Sintang.

Editor: Nasaruddin
KOMPAS.COM/HENDRA CIPTA
Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kalbar) menangkap empat orang yang diduga terlibat dalam dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan dana hibah untuk Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jema’at Eben Haezer di Desa Semuntai, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang. Keempat orang yang ditangkap tersebut masing-masing JM selaku pengurus gereja; SM selaku aparatur sipil Negara (ASN); anggota DPRD Kalbar TI; dan anggota DPRD Sintang TM. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat menetapkan empat orang sebagai tersangka korupsi dana hibah untuk Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jema’at Eben Haezer di Desa Semuntai, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang.

Keempat tersangka masing-masing adalah JM selaku pengurus gereja, SM aparatur sipil negara (ASN), TI anggota DPRD Kalbar dan TM anggota DPRD Sintang.

Empat tersangka saat ini ditangkap dan ditahan. M ditahan di Lapas Perempuan Pontianak.

Sementara JM, TI, dan TM ditahan di Rutan Pontianak.

“Mereka ditahan selama 20 hari,” ujar Asisten Intelejen Kejati Kalbar Taliwondo.

Kuasa Hukum Tersangka Kasus Korupsi Hibah Pembangunan Gereja Akan Lakukan Pra Peradilan

Taliwondo mengungkapkan duduk perkara kasus ini.

Menurutnya, peristiwa ini berawal pada 26 Februari 2018.

Saat itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang, melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2018, menyalurkan dana hibah untuk pembangunan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Eben Heazer.

Total dana hibah sebesar sebesar Rp 299 juta dan disalurkan dalam dua tahap.

Tahap pertama sebesar Rp 239.200.000, ditransfer ke rekening pribadi JM.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved