Breaking News:

Akibat Bencana Banjir di Kalbar, Asesmen Nasional Beberapa SMP Ditunda

Seperti pada pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) untuk Sekolah Menengah Pertama atau sederajat di Kapuas Hulu dan Sintang terpaksa diulang.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
DOK.KEMENDIKBUD
Ilustrasi Asesmen Nasional. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Asesmen Nasional (AN) Kalimantan Barat, Mujiono mengatakan adanya bencana banjir di beberapa daerah di Kalbar membuat pelaksanaan Asesmen Nasional harus ditunda.

Seperti pada pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) untuk Sekolah Menengah Pertama atau sederajat di Kapuas Hulu dan Sintang terpaksa diulang.

Hal ini disebabkan banjir yang melanda di dua kabupaten tersebut sejak beberapa hari terakhir.

“Ada bencana banjir itu berpengaruh. Jadi dijadwal ulang untuk sekolah-sekolah yang terkena banjir,” ujarnya kepada awak media saat ditemui di Ruang kerjanya, Selasa 5 Oktober 2021.

DUGAAN Kasus Korupsi Dana Hibah Tempat Ibadah, Kejati Kalbar Tahan Oknum Anggota DPRD & ASN Sintang

Mujiono yang juga menjabat sebagai Sekretaris Disdik Provinsi Kalbar menjelaskan sedangkan untuk proses pendataan Asesmen Nasional masih terus berlangsung. Dikatakannya untuk saat ini belum mengetahui jumlah sekolah yang tidak bisa melaksanakan asesmen karena banjir.

Pelaksanaan asesmen ditingkat SMP dijadwalkan selama empat hari dari 4 hingga 7 Oktober 2021.

Ia menambahkan pelaksanaan asesmen selama empat hari itu dibagi dalam dua gelombang. Adapun untuk Gelombang pertama tanggal 4 dan 5 Oktober 2021. Gelombang kedua tanggal 6 dan 7 Oktober.

“Kami memang membuat dua gelombang sebagai antisipasi jika ada kendala. Seperti bencana banjir. Jika tidak bisa dilaksanakan padagelombang pertama maka bisa digelombang kedua tergantung teknisi lagi,” jelasnya.

Mujiono menyatakan sekolah siap dengan infrastruktur yang dibutuhkan dalam pelaksanaan asesmen. Meski demikian jumlah sekolah yang menumpang dalam pelaksanaan asesmen sebanyak 381 sekolah.

“Kami sudah menginformasikan jika belum siap silakan menjadi tempat yang dekat untuk menumpang. Sekolah yang dekat tidak boleh menolak untuk memfasilitasi,” jelas Mujiono.

Sementara itu keseluruhan jumlah SMP yang ikut asesmen nasional sebanyak 1.646 sekolah. Jumlah itu untuk SMP maupun MTs.

Dari jumlah itu sebanyak 381 sekolah harus menumpang untuk pelaksanaan. Sedangkan yang mandiri sebanyak 435 sekolah. Namun ada juga sekolah yang mandiri dan ditumpangi. Jumlahnya sebanyak 825 sekolah.

Lalu jumlah siswa yang ikut sebanyak 90.976 untuk siswa kelas 8. Kemudian 5.038 untuk siswa kelas 7. Pihak sekolah juga menyiapkan siswa cadangan. Jumlahnya 3.205 untuk siswa kelas 8. Kemudian siswa kelas 7 sebanyak 185 orang. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved