Breaking News:

Terpidana Saleh Kurap Dikirim ke Lapas Karanganyar Dengan Super Maksimum Security di Nusakambangan

"Saleh kurap dikirim ke Nusakambangan pada 1 Oktober 2021, Disana ditempatkan di Lapas Karanganyar, dengan pengaman super maksimum (super maksimum sec

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto
Saleh Kurap warga binaan Lapas Kelas 2 A Pontianak yang sempat kabur pada 3 September 2021 dan berhasil ditangkap kembali oleh Satreskrim Polres Kubu Raya pada Kamis 30 September 2021 saat dihadiri di Polres Kubu Raya dalam Konferensi Pers, Kamis 30 September 2021 Tribun Pontianak Ferryanto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gembong Narkoba kawakan asal Kalbar Saleh Kurap yang tertangkap kembali setelah melarikan diri dari Lapas Kelas 2 A Pontianak saat ini sudah dikirim ke Lapas dengan Pengamanan Super Maksimum di Nusakambangan.

Di Nusakambangan, Saleh Kurap di tempatkan Lapas Karanganyar yang merupakan Lepas dengan pengamanan Super Maksimum.

Pengiriman Saleh Kurap ke Lapas dengan pengamanan super maksimum ini disampaikan langsung oleh Fathan Hidayat Ka Lapas Kelas IIA Pontianak.

"Saleh kurap dikirim ke Nusakambangan pada 1 Oktober 2021, Disana ditempatkan di Lapas Karanganyar, dengan pengaman super maksimum (super maksimum security),"ujar Farhan, Senin 4 Oktober 2021.

Selain Saleh Kurap, warga binaan bernama Urai yang membantu pelarian Saleh Kurap dari Lapas Kelas 2 A Pontianak pada 3 September lalu pun ikut di pindahkan ke Lapas Karanganyar pulau Nusakambangan.

Kapolres Kubu Raya, Kalapas dan Kadiv Pas Gelar Perkara Penangkapan Saleh Kurap, Ini Jejak Kasusnya

Sebelumnya, pada tanggal 3 September 2021, Saleh Kurap yang memiliki catatan sebagai gembong narkoba di Kalbar melarikan diri dari Lapas Kelas 2 A Pontianak.

Setelah dilakukan pencarian oleh berbagai tim dari Kepolisian, Lapas, dan BNN, Saleh Kurap berhasil ditangkap oleh Satreskrim Polres Kubu Raya di desa Sepuh Laut , Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat pada 30 September 2021 lalu.

Dari hasil pemeriksaan, Saleh Kurap melarikan diri dengan dibantu oleh seorang warga binaan bernama Urai, yang menjadi tamping (tahanan pendamping) di lapas kelas 2 A Pontianak.

Urai yang sudah beberapa waktu menjadi tamping membuat memberi sketsa denah lapas, untuk alur pelarian si Saleh Kurap.

Selain itu, Urai pun menyiapkan tali agar Saleh kurap dapat melompati bangunan dan pagar lapas sehingga berhasil kabur.

Dalam pelariannya, Saleh kurap sempat bersembunyi di tempat keluarganya di jalan Tanjung Raya, kemudian ia bersembunyi di rumah istri keduanya di Desa Sepuk Laut tersebut.

Selain takut akan dipindahkan ke Nusakambangan, Saleh kurap juga mengaku nekat kabur karena ingin menemui istri ketiganya, hal tersebut dilakukan untuk membujuk sang istri agar tidak menceraikan dirinya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved