Breaking News:

Wali Kota Pontianak Minta Disdikbud Telusuri Penyebab Siswa Tidak Naik Kelas dan Orang Tua Proaktif

ata Edi jika ditemukan ada orang tua maupun siswa yang kurang peduli terhadap sistem belajar online, tentu hal tersebut sangat memprihatikan

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/Rokib
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa pihaknya saat tengah mendata siswa SD maupun SMP di Kota Pontianak yang tidak naik kelas, Minggu 3 Oktober 2021.

Bahkan tidak hanya itu, dimaksudkan pendataan tersebut untuk mengetahui penyebab jika ada siswa yang tidak naik kelas.

"Saat ini kita lagi mendata. Tapi seharusnya kan naik kelas semua. Karena kan sistemnya daring, kalau memang ada yang tidak naik kelas ini kan berarti ada yang kebangetan," ujarnya.

Artinya, kata Edi jika ditemukan ada orang tua maupun siswa yang kurang peduli terhadap sistem belajar online, tentu hal tersebut sangat memprihatikan, lantaran kenaikan kelas merupakan suatu yang dibanggakan oleh peserta didik.

Terus Dukung Gebyar Vaksinasi di Kalbar, Lantamal XII Pontianak Lakukan Vaksinasi di Tiga Titik

"Maka kita harus proaktif. Saya sudah minta Dinas Pendidikan dan khusus untuk SD untuk proaktif berkomunikasi dengan orang tuanya. Jangan sampai anaknya dibiarkan misalnya keasikan daring, namun enggak dipedulikan, karena ini tanggungjawab kita bersama," katanya.

Kata Edi, jika ditemukan ada siswa yang tidak naik kelas, tentu memberikan dampak negatif kepada siswa itu sendiri, seperti misalnya menjadi malas atau tidak bersemangat untuk sekolah.

Memang, diakuinya untuk pengontrolan siswa dalam belajar online tergantung dari orang tua siswa. Akan tetapi dari hal itu juga, kata Edi dalam pengawasan orang tua siswa juga ada keterbatasan dan tidak semaksimal pengawasan belajar tatap muka di sekolah.

Hal tersebut, dikarenakan kemungkinan banyaknya beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan, seperti memikirkan ekonomi keluarga dan lainnya.

"Akan tetapi orang tua siswa seharusnya ikut membantu, tapi kan kadang-kadang kita melihat orang tua yang termasuk masyarakat berpenghasilan rendah mereka itu tingkat kepeduliannya berkurang, karena memikirkan ekonomi," ungkapnya.

"Ini kita interpensi dan masyarakat harus turun dan jajaran Diknas kita minta untuk menelusuri. Kalaupun dia tidak naik kelas, bukan berarti berhenti, tapi melanjutkan sekolahnya, bahkan yang sudah drop out usianya saja, kita sudah membuka peluang paket A, B dan C untuk mendapatkan ijzah agar setara," jelas Edi.

Menurut Edi, jika pun ditemukan terdapat siswa yang tidak naik kelas akan diberikan pendampingan dari Dinas Pendidikan. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved