Breaking News:

Program Studi Pendidikan Fisika FPMIPATEK IKIP PGRI Pontianak Bantu Guru Kembangkan Video Interaktif

Meskipun pembelajaran tatap muka terbatas saat ini telah mulai diberlakukan, namun kebijakan ini masih menyesuaikan perkembangan Covid-19 di daerah ma

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Foto Bersama para dosen IKIP PGRI Pontianak dan peserta pelatihan dalam pembuatan video pembelajaran interaktif 

Citizen Reporter

Nurssaniah M.Si

Dosen IKIP PGRI Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pandemi COVID-19 telah melanda Indonesia sejak tanun 2020, yang berakibat pada bidang pendidikan.

Meskipun pembelajaran tatap muka terbatas saat ini telah mulai diberlakukan, namun kebijakan ini masih menyesuaikan perkembangan Covid-19 di daerah masing-masing.

Siap tidak siap guru harus tetap menerima tantangan untuk selalu berinovasi untuk mengahadapi sistem pembelajaran online/daring. Menanggapi hal tersebut tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Program Studi Pendidikan Fisika FPMIPATEK IKIP PGRI Pontianak memeberikan pelatihan dalam pembuatan video pembelajaran interaktif, sehingga pembelajaran tidak bersifat monoton dan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.

Kolaborasi Pengabdian Kepada Masyarakat IKIP PGRI & IAIN Pontianak di SMA Negeri 3 Sungai Kakap

PPM yang diketuai oleh Ibu Eti Sukadi, M.Pd. ini dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Imaduddin Kubu Raya pada 25 September 2021. 

PPM ini dilaksanakan sebagai wujud implementasi tri darma perguruan tinggi dalam bidang pengabdian yang dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Fisika. Pada kesempatan kali ini akan dilakukan sharing pengetahuan dan pengalaman dalam  pembuatan video interaktif.

Pengawas dari Kementrian Agama Bapak Tugino, S.Pd.,I menyambut baik kegiatan ini. Dalam sambutannya beliau mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya, karena kepedulian kampus atas kepeduliannya kepada madrasah.

“Mudah-mudahan program ini tidak sampai disini, tapi harapannya berkelanjutan demi kemajuan pendidikan. Kalau kita dihadapkan dengan aplikasi dan kita mengeluh maka kita termasuk orang yang gagal. Jika ada kemajuan, maka kita tidak boleh menggerutu. Kegiatan ini adalah yang pertama kali, di madrasah-madrasah lain belum ada kegiatan seperti ini” ujarnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved