Breaking News:

Gebyar Vaksinasi, Harisson Ingatkan Daerah Update Data Stok Vaksin di Aplikasi SMILE

Harisson mengatakan Data stok vaksin melalui aplikasi smile harus terus diupdate dan nanti akan di sandingkan dengan data stok vaksin secara manual.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Gubernur Sutarmidji bersama Forkopimda Pemprov Kalbar menghadiri Gebyar Vaksinasi di Sekolah Terpadu Pontianak, Minggu 3 Oktober 2021.//IST 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan melalui Gebyar Vaksinasi yang telah dilaksanakan diharapkan mampu mencapai 40 ribu orang divaksin dalam sehari se Kalimantan Barat.

Target tarsebut disampaikan langsung oleh Gubernur Kalbar yang harus di capai. Diakui Harisson sebelumnya Pemprov Kalbar pernah melakukan vaksinasi dengan capaian 50 ribu per hari.

Hal itu tentu dibarengi dengan niat dan semangat serta kerja keras juga kolaborasi dengan berbagai pihak sampai ke tingkat kabupaten kota serta kecamatan.

Harisson mengatakan untuk stok vaksin di Kalbar saat ini tidak jadi masalah lagi, sebab beberapa waktu lalu Menkes sudah mengirim vaksin untuk Kalbar sebanyak 406.820 dosis.

Terus Dukung Gebyar Vaksinasi di Kalbar, Lantamal XII Pontianak Lakukan Vaksinasi di Tiga Titik

Total 406.820 dosis vaksin tersebut sudah disebarkan ke Dinkes Kabupaten Kota maupun TNI Polri.

“Sekarang tergantung Satgas dan Dinkes Kabupaten Kota semangat atau tidak melakukan vaksinasi. Kalau kita lihat 406.820 dosis jika dalam sehari bisa dihabiskan 40 ribu dosis. Maka dalam jangka 10 hari vaksin tersebut akan habis dan yang penting data di aplikasi smile (sistem manajemen imunisasi logistik elektronik) yang juga disandingkan dengan data stok manual harus terus diupdate setiap hari oleh Kabupaten Kota,”jelasnya.

Sehingga ketika stok yang menipis akan terpantau oleh Kemenkes yang otomatis akan mengirimi lagi stok vaksin ke Kalbar.

Harisson mengatakan Data stok vaksin melalui aplikasi smile harus terus diupdate dan nanti akan di sandingkan dengan data stok vaksin secara manual.

“Apabila dalam 7 hari sudah terpakai sebanyak 280 ribu dosis tentu Kemenkes akan segera mengirimi lagi stok vaksin ke Kalbar, tidak menunggu sampai stok habis,”ujarnya kepada Tribun Pontianak, Minggu 3 Oktober 2021 .

Selain itu dikatakannya pengiriman vaksin oleh Kemenkes juga melihat kecepatan suatu daerah dalam menghabiskan vaksinnya.

“Kalau sudah mau habis akan terpantau di smile, dengan memperhitungkan kecepatan penggunaan vaksin dan buffer stock maka mereka segera akan kirim lagi vaksin nya,”ucapnya.

Harisson mengatakan apabila daerah lamban dalam menghabiskan vaksin maka vaksin yang dikirim ke Kalbar juga sedikit vaksin akan dialihkan ke tempat atau provinsi yang cepat dalam menghabiskan stok vaksin.

“Jadi itu tadi target dari Pak Gubernur, harus dicapai,bukan tidak mungkin karena vaksinasi kita pernah mencapai 50.000 per hari. Asal niat dan semangat kerja keras pasti bisa,”pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved