Breaking News:

Doa Katolik

Renungan Katolik Senin 4 Oktober 2021 Lengkap Bacaan 1 Bacaan Injil dan Mazmur Tanggapan

Bacaan pertama Yunus 1:1-2;2:1-2.11 dan bacaan injil Lukas 10:25-37. Mazmur tanggapan Yunus 2:2,3,4,5,8.

Armend NIMANI / AFP
Peziarah membawa patung Black Madonna selama prosesi ke gereja di desa Letnica pada 15 Agustus 2021, setelah Pesta Black Madonna. Desa ini terkenal karena hubungannya dengan Bunda Teresa yang menjadi peziarah pada tahun 1920-an pada usia 17 tahun, ketika dia diyakini telah mendengar panggilannya. Ribuan peziarah berkumpul setiap tahun di desa tenggara Letnica untuk menandai pesta Madonna Hitam, sebuah patung kayu menghitam, yang diyakini diukir lebih dari 400 tahun yang lalu dengan gaya Michelangelo. Banyak yang mengaku telah melihat air mata keluar dari mata patung itu selama perayaan, sementara yang lain mengatakan mereka telah mengalami penyembuhan ajaib. 

Dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam resep.

Lalu berdoalah kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat.

Dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam resep.

Lalu berdoalah kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat.

Dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam resep.

Lalu berdoalah kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat.

Demikian Sabda Tuhan.

Mazmur: Yunus 2:2,3,4,5,8

Ref. Engkau mengangkat nyawaku dari dalam liang kubur.

1. Dalam pengakuanku kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku. Dari tengah-tengah-tengah alam maut aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.

2. Kamu telah melemparkan daku ke tempat yang dalam, ke pusat lautan, lalu aku terangkum oleh arus air; segala gelora dan gelombang-Mu melingkupi aku.

3. Aku berkata, “Telah terusir aku dari hadapan mata-Mu. Mungkinkah aku memandang lagi bait-Mu yang kudus?”

4. Ketika jiwaku letih lesu dalam diriku,teringatlah aku kepada Tuhan, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus.

Bacaan Injil : Lukas 10:25-37

Siapa sesamaku?

Pada suatu ketika, seorang ahli Kitab hendak mencobai Yesus, “Guru, apakah yang harus kulakukan untuk memperoleh hidup yang kekal?”

Jawab Yesus kepadanya, “Apa yang tertulis dalam hukum Taurat?

Apa yang kaubaca di sana?” Jawab orang itu, “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan cinta dan jiwamu, dan dengan kekuatanmu dan dengan akal budimu.

Dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Kata Yesus kepadanya, “Benar jawabmu itu. Perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup.”

Tetapi untuk membenarkan orang itu berkata lagi, “Dan menangisi sesamaku manusia?”

Jawab Yesus, “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho.

Ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi juga mengalahkannya, dan sebelum itu meninggalkannya setengah mati.

Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu.

Ia orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.

Demikian juga seorang Lewis datang ke tempat itu.

Ketika orang itu melewatinya dari seberang jalan.

Lalu datanglah ke tempat itu seorang Samaria yang sedang dalam perjalanan. ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasih.

Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sebelum menyiraminya dengan minyak dan anggur.

Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, 'Rawatlah dia, dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya waktu aku kembali'.

Menurut pendapatmu di antara ketiga orang ini adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”

Jawab orang itu, “Orang yang telah menunjukkan belas kasih kepadanya.”

Yesus berkata kepadanya, “Pergilah, dan lakukan demikian.”

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan Katolik

Menjadi sesama bagi orang yang menjadi korban kekerasan dan penderitaan memang tidak mudah.

Namun selalu ada harapan karena Allah menggerakkan hati orang yang percaya untuk menemukan wajah Allah dalam diri sesama yang menderita.

Yesus dengan Ahli Taurat tentang sesama manusia dalam kisah Orang Samaria yang Murah Hati, membuka mata hati orang lain bahwa kita adalah orang yang melakukan tindakan belas kasih kepada yang menderita.

Yesus sejak pertama sudah menyatakan bahwa apa yang dilakukan bagi salah seorang yang hina ini, itu kita bagi Allah sendiri.

Setiap orang Kristen diajak untuk tetap menjunjung tinggi semangat kasih yang selalu dalam sikap hidup setiap hari.

“Orang yang telah menunjukkan sikap belas kasihan kepada sesama” menegaskan diri sebagai sesama bagi orang lain.

Belas kasih Mengerti semua orang. Baik beragama maupun tidak, sikap belas kasih dan sikap peduli dapat menjangkau semua orang.

Semoga kita mampu menghadirkan wajah Allah yang berbelas kasih dalam pelayanan dan membuktikan hidup kita setiap hari.

Ya Tuhan, semoga sikap pelayananku karena belas kasih mampu merekatkan kebersamaan dan persaudaraan dalam hidup bersama. Amin.

Sumber: blogevan.com

(Update informasi seputar katolik klik di sini)

(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved