Doa Katolik

Renungan Katolik Minggu 3 Oktober 2021 Lengkap Bacaan 1 Bacaan 2 Bacaan Injil & Mazmur Tanggapan

Bacaan pertama Kejadian 2:18-24, bacaan kedua Ibrani 2:9-11 dan bacaan injil Markus 10:2-16. Bait pengantar injil 1 Yohanes 14:12 dan mazmur tanggapan

GARDEL Bertrand / hemis.fr / hemis.fr / Hemis via AFP
Polandia, Polandia Kecil, Krakow, kota tua (Stare Mastro), terdaftar sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO, Rynek, Gereja St. Anne. 

Sebab pada awal dunia Allah menjadikan manusia laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging.

Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.

Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, janganlah diceraikan manusia.”

Setelah tiba di rumah, para murid bertanya pula tentang hal itu kepada Yesus.

Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu.

Dan jika isteri menceraikan suaminya, lalu kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.”

Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menjamah mereka.

Tetapi murid-murid-Nya memarahi orang itu.

Melihat itu, Yesus marah dan berkata kepada mereka, “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku!

Jangan menghalang-halangi mereka!

Sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.

Aku berkata kepadamu: Sungguh, barangsiapa tidak menerima Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”

Kemudian Yesus memeluk anak-anak itu, meletakkan tangan ke atas mereka dan memberkati mereka.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan Katolik Sabtu 2 Oktober 2021 Lengkap Bacaan 1 Bacaan Injil dan Mazmur Tanggapan

Renungan Katolik

Kebahagian dalam keluarga. Injil pada hari ini memberikan pesan yang sangat kuat tentang keluarga, yaitu hubungan suami dengan istri atau sebaliknya dan relasi orangtua dengan anak-anak.

Orang Farisi bertanya kepada Yesus, “Apakah boleh menceraikan istri?”

Karena, menurut hukum Taurat, perceraian dilarang kecuali karena zina.

Tetapi, Yesus mengetahui isi hati mereka karena mereka ingin mencobai-Nya saja.

Maka, Yesus menegaskan, “Karena kedegilan tidak bisa kamu lakukan!”

Yesus mengingatkan bahwa lelaki dan perempuan memang disatukan sehingga menjadi satu daging dan tidak terceraikan.

Berdasarkan statistik sebuah lembaga, perceraian itu paling banyak di usia pernikahan 6 sampai 15 tahun.

Ketika usia perkawinan 0 sampai 5 tahun, semuanya masih hangat masih romantis, masih sayang-sayangan, tetapi kalau 6 sampai 15 tahun mulai muncul godaan, mulai bosan, mudah memahami, mudah, tekanan hidup semakin kuat.

Tidak lagi seromantis di awal pernikahan, jarang berpelukan.

Ikatan perkawinan dalam Gereja Katolik sangat jelas cirinya: indissolubilitas dan monogami, artinya tidak bisa terpisahkan oleh apa pun kecuali oleh kematian dan juga 1 orang ya cintanya dengan 1 orang.

Tidak bisa berpoligami atau punya banyak pasangan.

Mari kita berjuang merawat cinta hubungan dalam keluarga kita masing-masing sambil mendoakan keluarga-keluarga yang mengalami masalah.

Ya Allah, semoga keluarga kami selalu menjadi keluarga Katolik yang taat pada kehendak-Mu. Amin.

Sumber: adiutami.com

(Update informasi seputar katolik klik di sini)

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved