Breaking News:

Putrinya Jadi Korban Perkosaan, Pria Asal Sanggau Ini Dipenjarakan Istri Pelaku

Marten menceritakan, pada tahun 2020 dirinya mengetahui bahwa Putrinya berinisial LN dan Keponakan bernisial NR menjadi korban percabulan oleh MA yang

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO
Nicolaus Marten, pria asal kabupaten Sanggau yang dilaporkan adik kandungnya sendiri atas dugaan membawa pergi anak dibawah umur tanpa sepengetahuan orang tuanya, saat ditemui Tribun Pontianak, Kamis 30 September 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sungguh miris nasib yang dialami oleh Nicolaus Marten warga kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat ini.

Dirinya yang hanya berniat mencari keadilan untuk putri dan keponakannya yang menjadi korban perkosaan harus menjadi tersangka atas laporan adik kandungnya sendiri, yang melaporkan dirinya atas dugaan penculikan anak dibawah umur.

Ia tak menyangka, niatnya mencari keadilan bagi putrinya yang menjadi korban perkosaan oleh Suami dari sang adik yang bernama MA akan menyeretnya ke Jeruji besi.

Marten menceritakan, pada tahun 2020 dirinya mengetahui bahwa Putrinya berinisial LN dan Keponakan bernisial NR menjadi korban percabulan oleh MA yang merupakan adik iparnya.

Saat itu, NR sang keponakan menceritakan bahwa dirinya telah menjadi korban pencabulan oleh sang ayah tiri yang tak lain adalah adik ipar dari Marten sendiri.

Kemudian, setelah pemeriksaan, ternyata putri dari Marten Berinisial LN pun mengakui bahwa telah menjadi korban dari MA.

58.226 Orang di Kabupaten Sanggau Sudah Divaksin Dosis Pertama

Atas hal tersebut iapun melapor ke Polres Sanggau, dan setelah bergulirnya persidangan yang sekian lama, MA terbukti bersalah karena telah melakukan perbuatan menyetubuhi LN, dan divonis 12 tahun Penjara.

Sementara atas laporan NR putri Tirinya, MA di Vonis Bebas.

Setelah sekian waktu berlalu, Nicolaus Marten dilaporkan oleh adik kandungnya sendiri yang merupakan ibu dari Korban NR, dan suami dari terpidana MA ke Polda Kalbar atas dugaan telah melakukan penculikan terhadap putrinya pada 30 Oktober tahun 2020 lalu dari Selter pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak Setia Bumi Daranante, Kabupaten Sanggau.

Dari surat kepolisian yang dikirmkan padanya,, pada 22 maret 2021, sang adik membuat pengaduan ke Polda Kalbar atas dugaan penculikan, kemudian setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan sebagai saksi, dan pada tanggal 10 agustus 2021 laporan polisi dilakukan, lalu Nokolaus Marten pada 23 September 2021, berdasarkan hasil gelar perkara ditetapkan sebagai tersangka.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved