Breaking News:

Mengenal Gerakan Ramah Lingkungan Eco Enzyme, Bruder MTB Ciptakan Produk Ramah Lingkungan

Berawal dari masalah sampah rumah tangga yang tidak diolah sehingga berbau

Penulis: Imam Maksum | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ ISTIMEWA
Wefie, Br Gerardus MTB baru-baru ini, Senin 1 Oktober 2021. Justice, Peace, and Integrity of Creation (JPIC) – Kongregasi Bruder Maria Tak Bernoda (MTB), Satu diantara pegiatnya ialah Br Gerardus MTB, mendedikasikan diri pada bidang karya, edukasi ekologi, pastoral ekologi, sosial ekonomi, dan budaya 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Maraknya krisis lingkungan hidup turut menjadi perhatian Justice, Peace, and Integrity of Creation (JPIC) – Kongregasi Bruder Maria Tak Bernoda (MTB).

JPIC – Bruder MTB adalah gerakan keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan Kongregasi Bruder Maria Tak Bernoda (MTB). Mereka mendedikasikan diri pada bidang karya, edukasi ekologi, pastoral ekologi, sosial ekonomi, dan budaya. 

Berlandas semangat Santo Fransiskus Asisi sebagai pelindung ekologi, JPIC – Bruder MTB berkarya menciptakan produk ramah lingkungan dari bahan alam.

Koordinator JPIC Komunitas Sepakat Pontianak, Pricilia Grasela dalam kesempatan bertemu dengan Br Gerardus Weruin MTB, Pricilia berbincang dengan Gerardus Weruin baru-baru ini.

Pricilia mengungkapkan komunitasnya berupaya mengolah sampah organik menjadi pupuk cair dan pestisida organik sebagai solusi pengganti pupuk berbahan kimia.

Eco Enzyme : Inovasi JPIC  - Bruder MTB

Menurut Pricilia, Eco enzyme merupakan larutan zat organik kompleks yang diprodusksi dari proses fermentasi sisa organik, gula, dan air.

“Berbahan dasar kulit buah dan sayuran (sampah dapur) serta gula merah tebu atau molase, Br Gerardus MTB sangat telaten membuat eco enzyme itu,” kata Pricilia dalam rilis yang diterima Tribun Pontianak, Sabtu 2 Oktober 2021

Pricilia mengatakan semua bahan dicampur dan disimpan dalam wadah tertutup di Pondok Organik San Damiano, Komplek Biara MTB Gubbio, Jalan Sepakat 2, Pontianak, Kalimantan Barat.

“Sejak tahun 2015, bruder sudah tertarik belajar membuat eco enzyme. Berawal dari masalah sampah rumah tangga yang tidak diolah sehingga berbau. Lalu penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang merusak tanah, air dan udara,” jelasnya.

Gelar Program Undian, BNI Siapkan Hadiah Kendaraan Ramah Lingkungan

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved