Breaking News:

Ahli Epidemiologi Sarankan Agar Pemerintah Daerah Lakukan Percepatan Capaian Vaksinasi

Tentu saja, dikatakannya Pemprov Kalbar perlu mempercepat target kekebalan kelompok atau herd immunity, sehingga bisa tercapai sesuai perkiraan pada a

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Muhammad Rokib
Ketua tim kajian Covid-19 sekaligus ahli epidemologi Poltekkes Kemenkes Pontianak, Dr. Malik Saepudin, SKM.,M.Kes. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ahli Epidemiologi sekaligus ketua tim kajian ilmiah Covid-19 Poltekkes Kemenkes Pontianak dan Ketua Muhmamadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kalimantan Barat, Dr. Malik Saepudin SKM,M.Kes menyampaikan, mengapa diperlukan vaksin sebanyak 400.000 dosis Vaksinasi Covid-19. Bahkan Menkes Budi mengatakan akan menambah jumlah vaksin untuk dikirim ke Kalimantan Barat agar masyarakat lebih semangat divaksinasi COVID-19.

Tentu saja, dikatakannya Pemprov Kalbar perlu mempercepat target kekebalan kelompok atau herd immunity, sehingga bisa tercapai sesuai perkiraan pada akhir 2021 mendatang.

Karena, Kalbar menjadi salah satu daerah yang berkontribusi signifikan dalam mempercepat vaksinasi di Indonesia. Dimana termasuk yang bisa menekan kasus dengan optimal, karena manajemen, kebijakan dan tatalaksana yang lebih baik. Diharapkan tidak kendor, agar terhidar dari peningkatan kasus di Gelombang III bulan Desember 2021.

Berikut penuturan lengkapnya:

Upaya optimalisasi Vaksinasi massal di beberpa Kota/Kabupaten se-Kalimantan Barat harus digiatkan. Pencapaian vaksin Kalbar yang rata-rata telah mencapai 20-25 ribu per hari, maka target terbentuknya kekebalan kelompok optimis bisa dicapai pada akhir 2021 mendatang.

Maka diharapkan ada percepatan capaian vaksinasi covid-19, terkhusus untuk wilayah Kabupaten/Kota yang lambat, karena luasnya wilayah dan keterbatasan SDM, maka Pemrov seharusnya berupaya untuk mengatasi persoalan tersebut, dengan mendistribusikan secara merata vaksin dan SDM, jika diperlukan merekrut sejumlah relawan vaksin atau pembentukan Jurim (juru imunisasi) yang berasal dari masyarakat setempat, sebagaimana dilakukan pada masa 1970 an untuk mengatasi pandemi cacar di bebagai wilayah di Indonesia.

Apa itu Obat Molnupiravir ? Perusahaan Farmasi Merck Usulkan Pil Oral Ini untuk Mengobati Covid-19

Kemudian, Kota Pontianak diharapkan menjadi contoh dalam percepatan vaksin yg hingga saat ini telah mencapai lebih dari 52%, karena secara geografis, sarana/prasarana dan SDM, serta menajamen lebih siap dan mumpuni. Oleh karenanya diperlukan komitmen bersama Walikota dan jajarannya untuk melakukan percepatan vaksinasi Covid-19, agar pandemi yang saat ini terjadi segera menjadi endemi seperti halnya penyakit DBD, Infulenza dan Ispa dan lainnya, atau bahkan bisa selesai/hilang dipermukaan bumi Kalbar dan Indonesia, serta dunia.

Selain itu, semua pihak seharusnya turut serta aktif menyukseskan percepatan vaksinasi Covid-19 di Kalbar, tidak terkecuali seluruh komponen Masyarakat
untuk mengikuti kegiatan vaksin dan tetap melakukan Prokes dengan baik, serta petugas kesehatan lebih masif melakukan kegiatan 3T, tentu jika 3 pilar program penanganan Pandemi Covid-19 berjalan dengan baik, maka akan menjamin kebebasan masyarakat berkehidupan, sosial, ekonomi, pendidikan, keagamaan akan dapat dijamin tingkat keamanannya.

Sebagaimana WHO menyatakan jika telah tercapai Herd immunity dan angka Positif kasus dibawah 5% maka dapat melakukan aktifitas/mobilitas dengan lebih longgar dan aman. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved