Breaking News:

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sempat Anjurkan Kadernya Untuk Poligami

Saat dikonfirmasi, Ketua DSP PKS Surahman Hidayat menyebut bahwa program tersebut sebelumnya telah melalui kajian dan persetujuan dari Presiden PKS.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
PKS 

TRIBUNPONTIANAK.CO,ID - Partai Keadilan Sejahtera, sebelumnya bernama Partai Keadilan, merupakan sebuah partai politik berbasis Islam yang memiliki perwakilan di parlemen Indonesia.

Partai ini berdiri pada 20 April 1998 yang berawal dari gerakan aktivitas dakwah Islam sejak 1980-an.

Pemilu 2019 menjadi pemilu kelima yang diikuti partai ini.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Dewan Syariah Pusat membuat program solidaritas tiga pihak.

Dalam program UPA nomor delapan, tertulis 'anggota laki-laki yang mampu dan siap beristri lebih dari satu mengutamakan pilihannya kepada aromil/janda atau awanis'.

Saat dikonfirmasi, Ketua DSP PKS Surahman Hidayat menyebut bahwa program tersebut sebelumnya telah melalui kajian dan persetujuan dari Presiden PKS.

"Saya sebagai ketuanya sudah tanda tangan. Jadi sudah melalukan kajian, sudah oke dan kita sudah komunikasikan dengan Presiden DPP (PKS), Ketua MPP memberikan masukan-masukan. Jadi minggu kemarin sudah bisa dilakukan tanda tangan," kata Surahman saat dikonfirmasi wartawan, Kamis 30 September 2021.

M Amri Sebut PKS Buka Kesempatan Tokoh Masyarakat untuk Mendaftar Menjadi Bakal Caleg

Surahman menjelaskan dalam ajaran Islam hukum berpoligami diperbolehkan atau mubah.

Namun, berpoligami juga harus memiliki kemampuan dan kelayakan, sehingga persyaratan yang ditetapkan sangat ketat.

Selain itu, etika tujuan program itu, kata Surahman, untuk membantu fakir miskin dan anak yatim.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved