Breaking News:

Kenapa Dinamai Lubang Buaya? Apakah Memang Sarang Buaya? Berikut Sejarah Lengkapnya

Jauh sebelum tragedi memilukan itu terjadi, nama tempat di Jakarta Timur itu memang sudah disebut Lubang Buaya.

Editor: Marlen Sitinjak
Biro Setpres
Presiden Joko Widodo saat memimpin upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2016 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. (Foto sebelum pandemi covid-19). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Lubang Buaya! Nama yang sontak membuat ingatan masyarakat tertuju pada tempat tragedi berdarah 30 September 1965.

Dalam tragedi itu, tujuh pahlawan revolusi yang gugur dibuang ke dalam sumur berdiameter 75 sentimeter.

Jauh sebelum tragedi memilukan itu terjadi, nama tempat di Jakarta Timur itu memang sudah disebut Lubang Buaya.

Ini tentu memiliki sejarah tersendiri atas penyebutan wilayah tersebut.

Lubang Buaya adalah sebuah tempat di kawasan Pondok Gede, Jakarta yang menjadi tempat pembuangan para korban Gerakan 30 September (PKI) pada 30 September 1965.

Secara spesifik, sumur Lubang Buaya terletak di Kelurahan Lubang Buaya di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Lubang Buaya pada terjadinya G30S saat itu merupakan pusat pelatihan milik Partai Komunis Indonesia.

Gratis Link Download Nonton Film G30S/PKI - Tayang tvOne Malam Ini 30 September 2021 Jam 21.00 WIB

Saat ini di tempat tersebut berdiri Lapangan Peringatan Lubang Buaya yang berisi Monumen Pancasila, sebuah museum diorama, sumur tempat para korban dibuang, serta sebuah ruangan berisi relik.

Nama Lubang Buaya sendiri berasal dari sebuah legenda yang menyatakan bahwa ada buaya-buaya putih di sungai yang terletak di dekat kawasan Pondok Gede.

Selain itu juga terdapat rumah yang di dalamnya ketujuh pahlawan revolusi yang disiksa dan dibunuh.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved