Breaking News:

Ikatan Pemuda Dayak Kubu Raya Laksanakan Ekspedisi Tujuh Situs Budaya Dayak

Kemudian lanjut ke Desa Korek  disana ada Pantak Nek Jaya sebagai ekspedisi ke 5 (lima). Kemudian lanjut ke Desa Pancaroba ada Pantak Paburungan Kuala

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ikatan Pemuda Kubu Raya (IPDKR) laksanakan ekspedisi tujuh situs Budaya Dayak yang dilakukan dalam kunjungan ke tujuh Pantak yang ada di Kabupaten Kubu Raya, Minggu 26 September 2021, pukul 08.00 - 14.00 Wib. 

Citizen Reporter

Oleh: Samuel | Pengurus DPP IPDKR

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ikatan Pemuda Dayak Kubu Raya (IPDKR) melaksanakan ekspedisi tujuh situs Budaya Dayak yang dilakukan dalam kunjungan ke tujuh Pantak yang ada di Kabupaten Kubu Raya, Minggu, 26 September 2021, pukul 08.00 - 14.00 Wib.

Kegiatan ekspedisi tujuh situs budaya pantak ini dimulai dari Desa durian, Pantak Nek Oto' yang dilaksakan oleh IPDKR yang dibuka dengan doa salam pembuka yang dibawakan oleh Pak Tuha Aan sebagai  Imam Panyangahatn.

Kemudian ekspedisi kunjungan tujuh situs akan berlansung ke Desa Kubu menuju Pantak Bukit Ambawang sebagai situs ke dua. Dilanjutkan ke Desa Bungkarit disana ada Pantak Paseban Bungkarit dan Pantak Batu Bapintak sebagai situs ke tiga dan keempat.

Kemudian lanjut ke Desa Korek  disana ada Pantak Nek Jaya sebagai ekspedisi ke 5 (lima). Kemudian lanjut ke Desa Pancaroba ada Pantak Paburungan Kuala Sunge Pancaroba dan ekspedisi terakhir akan ditutup di Persiapan Desa Lintang Batang menuju ke Pantak Batu Siam.

Ketua umum IPDKR, Teofelus Boni mengungkapkan ekspedisi yang dilakukan ini antara lain  bertujuan untuk berkunjung, bakti sosial, menanam pohon dan pendokumentasian di sekitar lokasi pantak.

"Kunjungan ini selain bakti sosial dan berkunjung, IPDKR juga diajak untuk menggali sejarah budaya dan diharapkan kedepan bisa orang muda bisa ikut mempromosikan dan terlibat dalam pelestari budaya," kata Boni, Rabu 29 September 2021.

Patung Jakob Oetama Bersanding dengan PK Ojong di Bentara Budaya Jakarta

Ekspedisi pertama menuju ke tujuh situs pantak ini diikuti oleh 22 anggota IPDKR, kemudian hadiri juga oleh Pak Komeng (umur 80 tahun) sebagai Panyanakng Pantak Nek Oto'.

Sebagai pengelola Pantak, ia mengisahkan bahwa pantak ini sudah sebelum negara Indonesia merdeka.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan Pantak Nek Oto' di Desa Durian ini sudah ada masih pada zaman Kerajaan.

Sebagai ketua panitia Ekspedisi ini, Deny menyampaikan tujuan dari kegiatan ini untuk mempromosikan dan memperkenalkan kepada kaum muda Dayak terkait situs sejarah yang ada di Kabupaten Kubu Raya.

Sebagai ketua koordinator lapangan, Dian berharap kegiatan baksos ke tujuh situs tersebut lancar hingga ekspedisi selesai.

Selanjutnya ekspedisi ini akan berlanjut hingga tanggal 26 November 2021 mendatang hingga ke situs yang ke tujuh. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved