Pola Hidup Sehat

APAKAH Menopause Dini Bisa Sembuh? Kenali Ciri Ciri Menopause Dini dan Penyebabnya

Seorang wanita dikatakan mengalami menopause dini apabila sudah terjadi di usia masih kurang dari 40 tahun.

Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YOUTUBE
Ilustrasi menopause dini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Menopause adalah fenomena berhentinya produksi hormon reproduksi perempuan sehingga menyebabkan ia tidak lagi mengalami menstruasi.

Pada umumnya, menopause terjadi saat usia 45 hingga 55 tahun.

Seorang wanita dikatakan mengalami menopause dini apabila sudah terjadi di usia masih kurang dari 40 tahun.

Mengutip dari laman Office of Women’s Health, menopause dini adalah menopause yang terjadi pada usia 40-45 tahun.

Sementara itu, ada pula yang dinamakan dengan menopause prematur, yaitu menopause yang terjadi sebelum wanita berusia 40 tahun.

Pada dasarnya, kedua kondisi ini memiliki penyebab yang sama. Perbedaannya hanya terletak pada usia.

PROSES Berhentinya Siklus Menstruasi pada Wanita Usia Lanjut Disebut? Sebabkan Perubahan Fisik

Wanita akan mengalami kondisi ini jika organ reproduksi sudah mengalami gangguan atau tidak dapat memproduksi hormon lagi.

Wanita yang baru menjalani operasi pengangkatan organ reproduksi biasanya juga akan langsung mengalami menopause.

Gejala Menopause

Gejala menopause terjadi dalam masa perimenopause, yaitu beberapa bulan atau beberapa tahun sebelum menstruasi berhenti.

Durasi dan tingkat keparahan gejala yang timbul berbeda-beda pada tiap orang.

Gejala atau tanda-tanda menopause dapat berupa:

Perubahan siklus menstruasi

Menstruasi menjadi tidak teratur, kadang terlambat atau lebih awal dari biasanya (0ligomenorea).

Darah yang keluar saat menstruasi dapat lebih sedikit atau justru lebih banyak.

APA Itu Lordosis? Kenali Gejala Lordosis dan Penyebab Penyakit Lordosis

Perubahan penampilan fisik

  • Rambut rontok.
  • Kulit kering.
  • Payudara kendur.
  • Berat badan bertambah.

Perubahan psikologis

  • Suasana hati berubah-ubah atau moody.
  • Sulit tidur.
  • Depresi

Perubahan seksual

  • Vagina menjadi kering.
  • Penurunan libido (gairah seksual).

APA Itu Tumor dan Kanker ? Ini Perbedaan Tumor dan Kanker

Perubahan fisik

  • Merasa panas atau gerah, sehingga mudah berkeringat. Kondisi ini disebut hot flashes.
  • Berkeringat di malam hari.
  • Pusing.
  • Jantung berdebar.
  • Infeksi berulang pada saluran kemih.

Selain mengalami berbagai perubahan di atas, wanita yang telah menopause menjadi lebih berisiko mengalami penyakit jantung dan osteoporosis.

Penyebab Menopause Dini

Menopause yang lebih awal ini bisa terjadi dengan sendirinya tanpa alasan yang pasti.

Namun, beberapa kebiasaan buruk, pemakaian obat-obatan, dan pernah menjalani beberapa prosedur operasi bisa berpengaruh pada kondisi ini.

Mengutip dari Office on Women’s Health, berikut penyebab menopause dini pada wanita.

  • Merokok

Wanita yang aktif merokok memiliki kemungkinan dua tahun lebih cepat mengalami menopause daripada wanita nonperokok.

Bahkan, wanita yang merokok secara aktif akan merasakan gejala menopause yang lebih parah daripada yang tidak merokok.

Merokok dan asap rokok dapat memicu kerusakan ovarium karena efek anti-estrogen pada rokok.

Dampaknya dapat menyebabkan gangguan produksi hormon estrogen.

Paparan yang lama dapat menyebabkan menopause lebih awal.

PENYAKIT Kanker Akibat Sering Memakan Makanan Cepat Saji Adalah ?

  • Kemoterapi

Salah satu efek samping kemoterapi adalah kerusakan pada ovarium dan dapat menyebabkan ovarium berhenti bekerja.

Kemoterapi berdampak pada perubahan siklus menstruasi, bisa sementara atau selamanya. Wanita juga bisa mengalami kesulitan untuk hamil.

Dampak kemoterapi terhadap kerusakan ovarium bergantung dengan frekuensi kemoterapi yang Anda jalani.

Maka dari itu, tidak semua kemoterapi menyebabkan menopause lebih awal. Semakin muda wanita menjalani kemoterapi, semakin kecil kemungkinan mengalami menopause.

  • Operasi pengangkatan ovarium (oophorectomy)

Wanita yang menjalani operasi pengangkatan ovarium akan mengalami penurunan hormon yang sangat cepat dan merasakan gejala menopause, salah satunya kehilangan libido.

Selain itu, menstruasi Anda juga akan berhenti setelah menjalani operasi pengangkatan ovarium. Dengan kata lain, operasi menyebabkan menopause secara langsung.

  • Operasi pengangkatan uterus (histerektomi)

Histerektomi tidak akan menyebabkan menopause secara langsung karena dapat dokter lakukan tanpa pengangkatan ovarium.

Namun, prosedur ini akan memberhentikan siklus menstruasi dan menyebabkan wanita tidak dapat hamil.

Bila dokter tidak mengangkat ovarium, Anda tidak akan langsung mengalami menopause. Hal ini karena ovarium masih terus memproduksi hormon.

Menopause bisa terjadi setelah satu atau dua tahun setelah melakukan operasi.

  • Masalah kesehatan lain

Selain efek dari prosedur operasi, masalah kesehatan lain juga bisa menjadi penyebab menopause lebih awal.

Beberapa masalah kesehatan penyebab menopause dini seperti:

  1. faktor keturunan
  2. gangguan kromosom (seperti sindrom turner)
  3. penyakit autoimun
  4. HIV/AIDS
  5. gangguan kelelahan kronis.

Bila Anda memiliki salah satu atau beberapa gejala tersebut, segera hubungi dokter.

Pengobatan Menopause Dini

Mengutip dari laman Better Health Channel, tidak ada obat untuk menopause dini.

Pasalnya, menopause lebih awal terjadi karena ovarium berhenti bekerja dan tidak ada obat yang bisa membuatnya aktif kembali.

Meski tidak ada cara untuk mengatasi menopause dini, Anda bisa melakukan perawatan diri pada fase ini.

Hal ini karena wanita yang mengalami menopause lebih awal memiliki periode pascamenopause yang lama.

Artinya, Anda rentan mengalami masalah kesehatan, seperti osteoporosis dan penyakit jantung.

Maka dari itu, dokter biasanya akan menyarankan untuk menjalani beberapa hal.

  • Terapi hormon untuk menopause sampai usia 51 tahun, usia normal wanita mengalami menopause.
  • Mengonsumsi pil kontrasepsi (KB) yang mengandung estrogen dan progesteron.
  • Mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D (1200 mg per hari dan vitamin D sekitar 600 – 800 IU per hari).
  • Hindari asap rokok dan jika Anda merokok, sebaiknya berhenti.

Hal-hal tersebut berfungsi untuk mengurangi gejala menopause dan risiko osteoporosis serta penyakit jantung lebih cepat. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved