Breaking News:

Daftar 7 Pahlawan Revolusi Korban Peristiwa G30S/PKI ! Enam Jenderal dan Satu Kapten TNI

Enam jenderal dan satu kapten harus meregang nyawa karena dibunuh dan dikubur di sebuah sumur yang berada pada daerah Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta

Istimewa/Tribun Pekanbaru
Daftar 7 jenderal Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa G30S/PKI. 

Selain itu dirinya juga pernah menjadi perwakilan seperti Sekretaris Delegasi Indonesia saat perundingan antara Inggris-Indonesia.

Bahkan saat diadakannya Konferensi Meja Bundar atau KMB, ia ditugaskan untuk menjadi Sekretaris Delegasi Militer Indonesia.

Di akhir hayatnya, Haryono harus terbunuh ketika pasukan Tjakrabirawa menerobos rumahnya dan menembak dirinya.

Sebelumnya ia memberikan perlawanan dengan merebut senjata dari salah satu anggota tetapi gagal.

Setelah wafat, M.T Haryono pun diberikan gelar anumerta dan kenaikan pangkat menjadi Letnan Jendral setelah sebelumnya menjabat menjadi Mayor Jendral TNI.

4. Letnan Jenderal S Parman

Letnan Jenderal Siswondo Parman lahir di Wonosobo pada 4 Agustus 1918.

Dirinya mengawali karir militernya sebagai anggota TKR dan puncak karirnya adalah ketika diangkat menjadi Asisten Satu Kepala Staf Intelijen Angkatan Darat.

Kematiannya pun demikian tragis seperti jenderal lain.

Bahkan di rumahnya tidak ada pengawal sehingga anggota Tjakrabirawa bisa leluasa untuk masuk.

Singkat cerita dirinya pun dibawa ke Lubang Buaya seperti jenderal lain dan ditembak hidup-hidup.

5. Mayor Jenderal D.I Panjaitan

Donald Isaac Panjaitan merupakan orang Balige, Tapanuli dan lahir pada 9 Juni 1925.

Karirnya diawali dengan masuk ke TKR dan menjabat sebagai komandan batalyon.

Selanjutnya dirinya ditunjuk untuk menjadi Pimpinan Perbekalan Perjuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Puncak karirnya adalah sebagai Brigadir Jenderal TNI sebelum akhirnya gugur dan diangkat menjadi Mayor Jenderal TNI Anumerta pada 5 Oktober 1965.

Kematiannya diakibatkan tertembak pada bagian kepalanya saat sedang berdoa yang dilakukan oleh pasukan Tjakrabirawa di rumahnya Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

6. Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo

Sutoyo Siswomiharjo lahir di Karanganyar pada 28 Agustus 1922.

Karir militer diawali ketikda diangkat menjadi ajudan Kolonel Gatot Subroto pada Juni 1946.

Sebelum meninggal akibat peristiwa G30S, dirinya menjadi seorang hakim advokat di Angkatan Darat pada 1961.

Wafatnya membuat ia dipromosikan secara anumerta dan menjadi Mayor Jenderal dan dinobatkan sebagai Pahlawan Revolusi.

7. Kapten Pierre Andreas Tendean

Di antara jenderal lainnya yang terbunuh, Pierre Tendean merupakan yang paling muda.

Ia lahir di Jakarta pada 21 Februari 1939.

Dirinya merupakan ajudan dari Jenderal AH Nasution.

Pada saat peristiwa berdarah G30S PKI tersebut, ia rela menjadi tameng bagi AH Nasution sehingga tidak tertembak.

Karena jasa Pierre Tendean, AH Nasution dapat melarikan diri ke Kedutaan Besar Irak yang berlokasi di sebelah rumahnya.

Pierre pun ditembak dan dibuang di lokasi yang sama seperti jenderal lainnya.

Dia pun dianugerahi kenaikan pangkat menjadi Kapten secara Anumerta pada 5 Oktober 1965.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Profil 7 Pahlawan Revolusi yang Gugur di Peristiwa G30S PKI: Jenderal A Yani hingga Kapten P Tendean

(*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved