Breaking News:

Doa Katolik

Renungan Katolik Selasa 28 September 2021 Lengkap Bacaan 1 Bacaan Injil dan Mazmur Tanggapan

Renungan Katolik 28 September 2021 pekan biasa XXVI. Bacaan pertama Zakharia 8:20-23 dan bacaan injil Lukas 9:51-56. Mazmur Tanggapan, Mazmur 87:1-3.4

NORBERTO DUARTE / AFP
Umat ​​Katolik menghadiri misa setelah kedatangan relikui biarawati Karmelit Paraguay Maria Felicia de Jesus Sacramentado, yang dikenal sebagai Chiquitunga, di Bandara Internasional Silvio Pettirossi di Luque, Paraguay pada 21 Setember 2021. Paus Fransiskus menyetujui beatifikasi Chiquitunga (1925) -1959) pada Maret 2018. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Renungan Katolik Selasa, 28 September 2021.

Renungan Katolik 28 September 2021 pekan biasa XXVI.

Bacaan pertama Zakharia 8:20-23 dan bacaan injil Lukas 9:51-56.

Mazmur Tanggapan, Mazmur 87:1-3.4-5.6-7.

Orang Kudus Katolik Hari Ini 27 September 2021 Santo Vinsensius a Paulo

Bacaan I : Zakharia 8:20-23

Banyak bangsa akan datang mencari Tuhan di Yerusalem.

Beginilah sabda Tuhan semesta alam, "Bangsa-bangsa dan penduduk banyak kota masih akan datang.

Penduduk kota yang satu akan pergi kepada penduduk kota yang lain dan mengatakan, 'Marilah kita pergi untuk melunakkan hati Tuhan dan mencari Tuhan semesta alam!'

Kami pun akan pergi! Jadi bangsa dan suku bangsa yang kuat akan datang mencari Tuhan semesta alam di Yerusalem dan melunakkan hati Tuhan."

Beginilah sabda Tuhan semesta alam, "pada waktu itu sepuluh orang dari berbagai bangsa dan bahasa akan memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi dengan berkata.

"Kami mau pergi menyertai kamu, sebab kami telah mendengar bahwa Allah menyertai kamu'!"

Demikianlah Sabda Tuhan.

Mazmur : 87:1-3.4-5.6-7

Ref. Allah beserta kita.

1. Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya: Tuhan lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub. Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah

2. Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan Filistea, Tirus dan Etiopia: "Ini dilahirkan di sana." Tetapi tentang Sion dikatakan: "Seorang demi seorang dilahirkan di dalamnya," dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.

3. Tuhan menghitung pada waktu mencatat bangsa-bangsa: "Ini dilahirkan di sana." Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai: "Segala mata airku ada di dalammu."

Bacaan Injil : Lukas 9:51-56

Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem.

Ketika hampir genap waktunya Yesus diangkat ke surga, Ia mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem, dan Ia mengirim beberapa utusan mendahului Dia.

Mereka itu pergi, lalu masuk ke suatu desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya.

Tetapi orang-orang Samaria itu tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat hal itu, mereka berkata.

"Tuhan, apakah Engkau mau, supaya kami menyuruh api turun dari langit untuk membinasakan mereka?"

Akan tetapi Ia berpaling dan menegur mereka. Lalu mereka pergi ke desa yang lain.

Demikianlah Sabda Tuhan.

Renungan Katolik

Dalam Injil hari ini, Yesus ingin masuk ke daerah Samaria, tetapi ia ditolak oleh orang-orang yang ada di sana.

Melihat kejadian itu, para murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes tidak terima dan tampak kesal.

Maka, mereka ingin agar orang-orang Samaria itu sengsara bahkan binasa.

Namun, Yesus menegur mereka karena apa yang mereka lihat tidak sesuai dengan apa yang diinginkan Yesus.

Yakobus dan Yohanes mungkin juga menjadi gambaran diri kita.

Jika ada orang yang membuat hati kita kesal dan marah, kita juga ingin membalasnya dengan hal yang sama, sakit hati dibalas dengan sakit hati, amarah dibalas dengan amarah.

Tentu hal ini tidak sesuai dengan ajaran Yesus yang mengajak kita untuk berdoa, mengampuni, dan melakukan hal-hal yang membuat hati kita hancur dan hidup kita menderita.

Membalas dengan membantu melakukan hal yang mudah, tetapi itulah yang harus kita lakukan sebagai murid Yesus.

Itulah kekhasan dan kelebihan kita sebagai orang-orang Katolik dan kita harus bangga dengan ajaran itu.

Hidup kita yang baik tidak hanya ditujukan untuk orang-orang baik saja, tetapi juga untuk orang-orang yang tidak pernah baik dengan kita.

Allah Yang Mahabaik, semoga kami berani berani untuk menerima orang yang telah menyakiti kami sebagai saudara dan sahabat kami. Amin.

Sumber: adiutami.com

(Update informasi seputar katolik klik di sini)

(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved