Breaking News:

Hampir Punah, Museum Kalbar Gelar Pameran Alat Musik Tradisional Khas Kalbar

Ia menyampaikan, 70 alat musik yang dipamerkan berasal dari Suku Dayak dan Melayu di Kalbar, dimana setiap daerah Kabupaten / Kota di Kalbar

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto
Suasana Pameran Alat Musik Tradisional Khas Kalimantan Barat di Museum Provinsi Kalimantan Barat, Sabtu 25 September 2021, Tribun Pontianak Ferryanto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Alunan musik dari petikan senar sape dan Akordeon sili berganti terdengar dari gedung pameran di Museum Provinsi Kalimantam Barat (Kalbar), sabtu 25 September 2021.

Alunan musik yang begitu menenangkan menemani para pengunjung Pameran Alat Musik Tradisional Khas Kalimantan Barat yang digelar sejak tanggal 20 September 2021, dan akan berakhir pada 26 September 2021.

Lebih dari 70 alat musik tradisional Khas Kalbar dipamerkan pada kegiatan ini, selain itu,pihak museum pun turut menghadirkan sejumlah musisi senior di kalbar untuk memainan alat - alat musik tersebut, selain bertujuan untuk menghibur, kehadiran para musisi pun merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana memainkan alat - alat musik itu.

Kepala UPT Museum Kalbar Kusmindari Triwati menyampaikan, pameran Alat Musik Tradisional ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk kembali mengenalkan alat - alat musik khas Kalbar kepada masyarakat, yang saat ini berbagai alat musik itu sudah sangat jarang ditemui dan dimainkan.

Dinilai Banyak Manfaatnya, Dewan Pontianak Dukung Rencana Pemkot Tata Ruang Publik

Ia menyampaikan, 70 alat musik yang dipamerkan berasal dari Suku Dayak dan Melayu di Kalbar, dimana setiap daerah Kabupaten / Kota di Kalbar memiliki alat musik ciri khasnya sendiri.

''contohnya, dari Suku Dayak Senggayong dari Ketapang, Silotong dari Bengkayang, Sape dari suku Dayak Kayant, dan untuk masyarakat melayu memang ada beberapa unsur kesamaan,''tuturnya.

Dengan digelarnya pameran alat musik tradisional khas Kalbar ini, Kusmindari mengatakan secara langsung pihaknya mendapat informasi mana aalat musik yang masih banyak seniman yang dapat memainkannya dan mana yang tidak.

Diharapnya, dengan mengetahui hal tersebut masyarakat luas dan pihak terkait dapat kembali melestarikan dan memainkan berbagai alat musik yang tradisional ini, sehingga keberadaannya tidak punah termakan waktu.

Rizal (30), pengunjung Pameran yang datang bersama anak dan istrinya mengaku bahwa banyak alat musik yang tidak ia kenal yang dipamerkan, yang ternyata merupakan alat musik khas Kalbar.

"bagi saya banyak yang alat musik bentuk dan cara memainkannya asing ya, dan saya sendiri tidak tau sebelumnya ternyata ada berbagai macam alat musim dari Kalbar,''ujarnya.

Ia berharap, pameran serupa dapat diadakan sesering mungkin agar masyarakat lain dapat mengetahui beragam alat musik tersebut sekaligus cara memainkannya, agar alat serta pemain dari alat tersebut tidak hiilang ditelan jaman. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved