Berita Video

Kerajaan Angling Dharma di Pandeglang, Begini Respons Bupati Irna Narulita

Pasca itu, ia mendapatkan kedigdayaan menjadi raja dari makhluk gaib berdasarkan perintah Tuhan.

Editor: Jamadin

Ia pun berharap agar kasus tersebut tidak terlalu panjang dan dapat diselesaikan oleh aparat kepolisian setempat dan pemerintah daerah setempat.

"Coba kita liat seperti kasus Sunda Empire itu kan secara tidak langsung menyesatkan warga. Oleh karena itu saya telah meminta camat yang berada di sana untuk menyelesaikan kasus tersebut," terangnya.

Sebelumnya, Seorang pria paruh baya bernama Iskandar Jamaluddin Firdaus mendadak bomming akibat dirinya yang disebut-sebut sebagai raja dari Kerajaan Angling Dharma Pandeglang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, dirinya disebut-sebut telah membantu warga miskin sejumlah 30 orang dengan merenovasi rumah mereka.

Saat dihampiri oleh TribunBanten.com di kediamannya yang berada di Sejumlah wartawan mendatangi kediamannya di Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, Pandeglang, Banten, sang raja enggan keluar dan menutup diri pasca dirinya viral di media sosial.

Kata Camat

Camat Mandalawangi, Yamin Bun Yamin angkat bicara terkait adanya Kerajaan Angling Dharma di Desa Pandat, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Menurutnya, selama menjabat sebagai camat selama dua tahun, ia tidak pernah mendapatkan laporan ataupun aduan dari masyarakat terkait adanya Kerajaan Angling Dharma.

"Selama ini saya sudah 2 tahun juga tidak ada pengaduan, artinya biasa-biasa saja. Jadi saya selalu koordinasi dengan Sekdis dan warga sekitar tidak ada masalah," katanya saat ditemui di kantor Camat Mandalawangi, Rabu 22 September 2021.

Pihaknya pun mengatakan, untuk saat ini dirinya masih belum bertemu dengan sosok pemimpin Kerajaan Angling Dharma, 'Sang Baginda Sultan' Iskandar Jamaludin Firdaus.

Hal tersebut, dikarenakan Iskandar Jamaludin Firdaus masih belum mau dipertemukan oleh pihaknya untuk bersilahturahmi.

"Kalau untuk bertemu kan, memang kita serahkan kepada yang bersangkutan, mungkin untuk saat ini sulit, nanti akan kita coba minta waktu lagi," terangnya.

Pihaknya pun ingin sekali bertemu dengan yang bersangkutan apabila memang diizinkan, akan tetapi memang ia tidak memaksakan untuk pertemuan tersebut dilakukan secepat mungkin.

Ia pun mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada warga yang merasa dirugikan atas perbuatan yang dilakukan dalam membantu masyarakat sekitar.

"Intinya sampai saat ini belum ada laporan ataupun aduan dari masyarakat sekitar. Kalau untuk bertemu pasti ada ya, kita mau coba silahturahmi sambil memantau pergerakan beliau," katanya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved