Berita Video

Kerajaan Angling Dharma di Pandeglang, Begini Respons Bupati Irna Narulita

Pasca itu, ia mendapatkan kedigdayaan menjadi raja dari makhluk gaib berdasarkan perintah Tuhan.

Editor: Jamadin

Keberadaan Kerajaan Angling Darma Pandeglang viral di media sosial lantaran telah memberikan bantuan kepada warga miskin dan membangun rumah sebanyak 30 rumah untuk warga kurang mampu.

Menanggapi hal tersebut, Ketua MUI Pandeglang, TB. Hamdi Maani saat dihubungi, mengatakan bahwa dirinya tidak ambil pusing dengan adanya persoalan tersebut.

"Iya kalau saya simple saja, asal tidak merugikan warga dan masyarakat yang berada di sana tidak masalah. Itu aja sih saya, tidak terlalu ambil pusing," katanya saat dihubungi, Rabu (22/9/2021).

Ia menerangkan, terkait persoalan Iskandar dirinya sudah mengetahui sejak lama terkait aksinya yang membantu warga dan membangun puluhan rumah.

Kendati begitu, dirinya meminta agar masyarakat dan tokoh ulama yang ada di Pandeglang tetap mengawasi seluk beluk kegiatan Iskandar dalam kehidupan sehari-hari, hal ini agar yang bersangkutan tidak menabrak aturan agama yang bertentangan dengan ajaran islam.

"Jadi tetap biasa saja lah, toh juga yang dilakukan membantu warga, itu kan malah memberikan dampak positif. Akan tetapi harus tetap di pantau pergerakannya," terangnya.

Sebelumnya, Seorang pria paruh baya bernama Iskandar Jamaluddin Firdaus mendadak jadi perbincangan karena disebut-sebut sebagai raja dari Kerajaan Angling Dharma Pandeglang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, dirinya disebut-sebut telah membantu warga miskin sejumlah 30 orang dengan memberikan sebuah rumah.

Respons Bupati Pandeglang

Bupati Pandeglang, Irna Narulita menanggapi adanya Kerajaan Angling Dharma di wilayahnya.

Iameminta aparat penegak hukum untuk memproses pemimpin Kerajaan Angling Dharma di Pandeglang, yakni Iskandar Jamaludin Firdaus.

Menurut orang nomor satu di Pandeglang tersebut, aparat kepolisian tidak terlalu dilema dengan adanya isu kerajaan atau perbuatan yang melanggar hukum.

"Karena kalau misalkan enggak ada silsilah rajanya dan ternyata memang halu, itu harus ada proses. Harus ada tindak lanjut dari penegak hukum," katanya saat ditemui di Pendopo Bupati Pandeglang, Rabu 22 September 2021.

Dirinya pun meminta penyelesaian kasus kerajaan yang hampir miril seperti kasus Sunda Empire, dapat diselesaikan secara persuasif dan tidak menggunakan cara kekerasan.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved