Jaga Kehandalan Pembangkit, PLTG Siantan Lakukan Pemeliharaan Exhaust Silencer

coba operasikan selama 1 jam, terdapat serpihan besi peredam akibat korosi itu keluar berterbangan ke udara, dan mengeluarkan suara yang tidak normal

Penulis: Peggy Dania | Editor: Nina Soraya
Tribunpontianak.co.id/Istimewa
Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Siantan melakukan pemeliharaan exhaust silencer mesin PLTG. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)  Siantan melakukan pemeliharaan exhaust silencer mesin PLTG - Turbin Gas EGT Alsthom PG6551B T786 1 x 34 MW, untuk menjaga kehandalan pembangkit.

Manager ULPLTG/D Siantan, Rasyidin, mengatakan pelaksanaan pengerjaan exhaust silincer ini telah diselenggarakan pada 11 Juli hingga 10 Agustus 2021.

"Selama satu bulan kita lakukan perbaikan, penggantian bagian sisi dalam peredamnya. Lalu kita lakukan uji coba setelah perbaikan dan itu sudah normal kembali, berpoperasi dengan normal dan tidak menimbulkan kebisingan yang mengganggu," ujarnya.

Pasca Diresmikannya PLTG MPP Parit Baru, Kondisi Pasokan Sistem Kelistrikan Kondusif

Untuk saat ini mesin PLTG Siantan itu statusnya standby ( ready to start ) artinya siap untuk beroperasi ketika dibutuhkan.

"Kita sudah uji coba dalam pengoperasian mesin PLTG-nya. Dalam waktu 12-15 menit mesin PLTG sudah bisa masuk sistem dengan normal dan bisa menyuplai daya ke Sistem Khatulistiwa," katanya saat diwawancarai TribunPontianak.co.id, pada Selasa 21 September 2021. 

Ia mengungkapkan, pemeliharaan Exhaust Silencer Mesin PLTG di ULPLTG/D Siantan - PLN UPDK Kapuas bertujuan untuk menjaga kehandalan Pembangkit PLTG Siantan itu sendiri.

"Biasanya Mesin PLTG Siantan dioperasikan ketika saat beban puncak pukul 17.00-19.00, dan ketika saat terjadi black out di Sistem Khatulistiwa," ucapnya.

Mesin PLTG Siantan Alami Gangguan, PLN Lakukan Pemadaman Bergilir

Ia menjelaskan, sebelum dilakukan pemeliharaan pihaknya coba mengoperasikan selama 1 jam. Hal ini  terjadi karena adanya kerusakan di sisi exhaust silencer, sehingga mesin PLTG distop dan tidak dapat beroperasi.

"Saat kita coba operasikan selama 1 jam, terdapat serpihan besi peredam akibat korosi itu keluar berterbangan ke udara, dan mengeluarkan suara yang tidak normal. Tingkat kebisingan sangat menganggu pemukiman masyarakat yang berada di sekitaran area pembangkit ULPLTG/D Siantan sehingga membuat masyarakat menjadi komplain, serta membuat area mesin PLTG Siantan dan Sistem Transimisi Gardu Induk Siantan menjadi kotor akibat serpihan besi yang berjatuhan. Oleh karena itu kita stop mesinya dan kita lakukan perbaikan agar siap dioperasikan kembali dengan normal," ujarnya.

Kunjungi PLTG Jungkat, Ini Agenda Pangdam Mayjen Andika

Namun, ia berharap dengan dilakukannya pemeliharaan Exhaust Silencer, mesin PLTG Siantan ketika beroperasi tidak lagi menimbulkan kebisingan yang sangat mengganggu.

"Serta bisa beroperasi dengan normal ketika sistem membutuhkan dan tetap menjadi mesin pembangkit yang handal di Pontianak ini," katanya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved