Breaking News:

Berita Video

Untuk Kepentingan Autopsi, Polisi Makam DS Korban Pesugihan Orangtua di Gowa

DS diduga kuat juga dianiaya dan diduga jadi korban pesugihan oleh orangtuanya sendiri.

Editor: Jamadin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, GOWA - Polisi melakukan pendalaman terkait kasus ritual pesugihan Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. 

Diberitakan sebelumnya, kasus ini mulai menjadi bahan perbincangan pada Jumat (3/9/2021) lalu.

Saat itu, warga yang tinggal di Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa digegerkan dengan tangisan kesakitan seorang anak perempuan berinisial AP. Bocah berusia 6 tahun itu menjerit karena terluka di bagian mata kanannya.

Belakangan terungkap, luka tersebut merupakan ulah dari kedua orang tua beserta kakek dan neneknya.

Alasan mereka melakukan tindak kekerasan lantaran diduga korban dijadikan tumbal dalam ritual pesugihan.

Polisi bongkar makan kakak AP

Dikabarkan, AP bukan korban satu-satunya. Kakak AP berinisial DS (22) meninggal dunia akibat perbuatan kedua orang tuanya.

Untuk mendalami informasi tersebut, polisi dari Polda Sumsel membongkar makam dari DS.

Dihimpun dari TribunTimur.com, Tim Forensik Biddokes Polda Sulsel, Polres Gowa dan Polsek membongkar makam almarhum DS, Senin 20 September 2021.

Polisi Tangkap Dukun dalam Ritual Ilmu Hitam di Gowa

Lokasinya berada di Lingkungan Lembang Panai, Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved